Pulau Kemaro Tercipta dari Kisah Cinta

Pulau Kemaro Tercipta dari Kisah Cinta

posted in: Destination | 0
Apa yang traveler ketahui tentang Pulau Kemaro? Pulau yang terletak di Kota Palembang Sumatera Selatan ini cukup terkenal lo dimata wisatawan. Kalau traveler berpikiran, Pulau Kemaro itu suasananya kering kerontang, panas, dan  gersang. Saya nyatakan salah besar.
Pagoda di Pulau Kemaro, Palembang. Dok. Ikbal Syukroni
Pagoda di Pulau Kemaro, Palembang. Dok. Ikbal Syukroni

Sebab pulaunya teduh dan banyak pepohonan tumbuh subur di sana. Menurut warga, nama Pulau Kemaro diberikan penduduk setempat karena pulau ini selalu tampak kering dan tidak pernah berair. Bahkan ketika air Sungai Musi pasang, Pulau Kemaro seolah-olah seperti pulau terapung.

Pulau Kemaro merupakan sebuah delta yang terbentuk di tengah Sungai Musi. Dibalik keindahan Pulau Kemaro, terdapat kisah Romeo dan Juliet tapi versi Palembang. Di pulau ini terdapat makam Putri dari Kerajaan Sriwijaya, Siti Fatimah dan suaminya yang berasal dari Tiongkok bernama Tan Bun An.

Menurut cerita, asal Pulau Kemaro bermula dari kisah pasangan Siti Fatimah dan pemuda dari Tiongkok yang tenggelam di sungai Musi karena sang suami kecewa. Tujuh guci yang menjadi mas kawin mereka hanya berisi sayuran busuk. Merasa sangat malu, ia membuang guci-guci itu dari atas kapal. Tapi saat guci terakhir tak sengaja pecah di kapal. Isi guci tersebut adalah emas dan perhiasan mewah.

Ternyata, sayur-sayuran tersebut hanya untuk menjaga agar tidak dicuri bajak laut. Setelah mengetahui hal tersebut, sang suami menyesal, lalu nekat terjun bersama seorang prajurit untuk mencari guci-guci itu. Tetapi kedua orang ini tak juga muncul, karena khawatir, akhirnya di susul oleh istrinya yang ternyata bernasib sama. Beberapa tahun kemudian, muncul gundukan tanah di tempat mereka tenggelam, yang saat ini dikenal dengan Pulau Kemaro.

Selain itu di tempat ini terdapat bangunan pagoda (seperti yang ada di Thailand). Pagoda tersebut berlantai sembilan yang menjulang di tengah-tengah pulau. Bangunan ini baru dibangun tahun 2006. Selain pagoda ada klenteng yang sudah sejak dulu ada. Klenteng Soei Goeat Kiong atau lebih dikenal Klenteng Kuan Im dibangun sejak tahun 1962.

Di depan klenteng terdapat makam Tan Bun An (Pangeran) dan Siti Fatimah (Putri) yang berdampingan. Kisah cinta mereka berdualah yang menjadi legenda terbentuknya Pulau Kemaro.
Suasana Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Palembang. Dok. Ikbal Syukroni
Suasana Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Palembang. Dok. Ikbal Syukroni

Kemudian di tempat ini juga terdapat pohon yang disebut sebagai “pohon cinta.” Dilambangkan sebagai situs cinta sejati antara dua bangsa dan dua budaya yang berbeda pada zaman dahulu. Konon ada mitos yang mengatakan, jika ada pasangan yang mengukir nama mereka di pohon tersebut maka hubungan mereka akan berlanjut sampai jenjang pernikahan.

Pada saat tahun baru imlek atau Cap Go Meh, Pulau Kemaro akan semakin ramai dikunjungi oleh etnis Tionghoa dan juga warga lokal. Untuk mencapai tempat wisata pula Kemaro Palembang, traveler dapat menyewa perahu motor dari kawasan Jembatan Ampera. Sangat disarankan untuk mengajak orang lokal untuk menawar harganya, agar tidak tertipu. Bagi para traveler yang belum pernah berwisata ke Pulau Kemaro, maka destinasi ini dapat menjadi salah pilihan jika berkunjung ke Kota Palembang. [Ikbal Syukroni/End]

Sebarkan :
  •  
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Komentar anda?