Kilau Pulau Seliu, Sisi Lain dari Belitung

Kilau Pulau Seliu, Sisi Lain dari Belitung

posted in: Destination | 1

Belitung memiliki sejuta pesona yang memukau untuk disambangi. Salah satunya adanya Pulau Seliu, terpencil, dengan keindahan yang menakjubkan.

Belitung, siapa tak kenal pulau yang pernah berjasa menyumbang pendapatan negara lewat tambang timahnya. Apalagi setelah adanya film Laskar Pelangi besutan sutradara Riri Riza yang disadur dari novel karya Andrea Hirata. Belitung memang menyimpan sejuta pesona. Mulai dari Pantai Tanjung Tinggi dengan batu-batu besar yang menawan, Pulau Lengkuas tempat dimana kita dapat menyaksikan keindahan alam bawah lautnya, atau juga Danau Kaolin bekas tambang kaolin yang begitu memukau. Tapi, tahukah Anda? Keindahan Belitung tak berhenti sampai di situ. Di ujung selatan Belitung, terdapat pulau yang menyimpan surga kecil yang tak kalah indah dengan destinasi wisata lainnya, namanya Pulau Seliu.

Pulau Seliu tergolong desa terpencil. Selain karena akses menuju pulau yang cukup jauh, Seliu juga belum memiliki fasilitas listrik selama 24 jam. Listrik disini hanya menyala pada pukul lima sore hingga pukul lima pagi dengan diesel sebagai sumber tenaganya. Namun, jangan khawatir, hal itu tidak akan memengaruhi aktivitas liburan Anda. Meskipun dikatakan terpencil, Seliu tidak lantas tertinggal terlalu jauh dengan masyarakat kota pada umumnya. Dari segi rumah misalnya, rumah-rumah di sini bergaya modern dengan fasilitas yang dapat dikatakan memadai. Masyarakatnya juga dapat dikatakan update terhadap teknologi informasi.

Seliu merupakan pulau yang menyimpan banyak destinasi wisata yang masih perawan. Seliu sangat cocok untuk sejenak melepas penat dari rutinitas yang melelahkan. Untuk menuju pulau ini, dari Tanjung Pandan Anda harus terlebih dahulu menuju ke Kecamatan Membalong. Terus ke selatan hingga ke desa Padang Kandis. Perjalanan dari Tanjung Pandan hingga Padang Kandis memerlukan waktu kurang lebih 2,5 jam. Karena tidak ada angkutan umum yang sampai ke tempat ini, lebih baik menyewa motor dari Tanjung Pandan. Di ujung desa ini, Anda akan menemui dermaga kecil, itulah Teluk Gembira. Dari Teluk Gembira, Anda harus menyeberang dengan perahu motor berkapasitas sekitar tiga puluh orang untuk menuju Pulau Seliu. Lamanya penyeberangan kurang lebih 30 menit. Sebuah gapura bertuliskan “Selamat Datang di Pulau Seliu” akan menyambut Anda begitu menginjakkan kaki di pulau berpenduduk sekitar 1.200 jiwa ini. Di balik gapura itulah, surga-surga kecil tersembunyi.

Seliu memiliki beberapa pantai yang wajib dikunjungi bila Anda berkunjung ke pulau ini. Tipikal pantai di sini bukanlah pantai dengan ombak besar yang ‘menggebu-gebu’, melainkan pantai dengan air yang tenang dan pasir putih yang sangat lembut. Pantai yang cocok untuk berelaksasi dan menemukan ketenangan. Selain pantai, ada pula beberapa situs yang dapat Anda datangi untuk lebih mengenal pulau seluas sekitar 1.600 hektare ini. Sebaiknya, menginaplah dua atau tiga malam di Seliu agar lebih puas menikmati alamnya. Enjoy nature of your day!

Di Pulau Seliu, tidak ada transportasi umum, untuk dapat berkeliling Anda perlu menyewa motor atau sepeda milik warga. Jangan khawatir, warga disini akan sangat ramah menyambut kedatangan wisatawan! Jangan segan untuk menyapa apabila Anda bertemu orang di sini! Oh iya, berbicara tentang transportasi, Seliu memiliki kendaraan tradisional yang khas, namanya liu-liu. Liu-liu adalah sebuah gerobak yang digunakan untuk mengangkut kopra ketika dahulu pulau ini masih menjadi penghasil kopra. Kini liu-liu tak lagi digunakan untuk mengangkut kopra. Melainkan digunakan untuk mengangkut hasil tangkapan laut dan pertanian. Naik liu-liu juga menjadi hal yang sebaiknya dicoba ketika Anda berada di sini.

Nah, marilah kita bahas apa saja yang menarik di Pulau Seliu.

Pantai kebanggaan warga Seliu adalah Pantai Marangbulo. Pantai ini terletak di ujung selatan pulau. Karena menghadap ke barat, Marangbulo sangat cocok dijadikan tempat untuk menikmati matahari terbenam. Jika cuaca cerah, Anda benar-benar akan mendapatkan perfect sunset di Marangbulo. Selain sunset-nya, Marangbulo juga menawarkan pemandangan berupa batu-batu granit berukuran besar disalah satu sisinya. Suatu pemandangan khas pantai-pantai di Belitung.

Seliu tak hanya menwarkan tempat untuk menikmati sang surya kembali ke peraduannya. Bila ingin menyaksikan matahari terbit, pergilah ke Pantai Lingkok atau Dermaga Tajur selepas subuh. Nikmati udara pagi yang bersih di Seliu sambil menyaksikan sunrise ditepi laut yang tenang. Jangan lupa, pujilah nama Tuhan ketika menyaksikan lukisan maha indah itu!

Dari Pantai Lingkok, bergeserlah ke timur dengan berjalan kaki menyusuri pantai. Rasakan sensasi pasir lembut dan air laut menyentuh kaki Anda hingga menemukan sebuah pantai indah bernama Tanjung Paku atau Pakok. Menurut saya, Tanjung Pakok merupakan pantai terindah dari segala pantai yang ada di Seliu. Lagi-lagi batu granit yang kokoh, tegak berdiri di pantai ini.

Pantai yang tak kalah seru adalah Pantai Air Arak, di sini tak hanya menikmati suasana pantai, Anda juga dapat mencoba naik perahu kecil yang didayung di sekitaran pantai. Ada juga ayunan disalah satu sisi pantai, Anda dapat merebahkan diri diayunan sambil menikmati semilir angin. Hal uniknya, jalan untuk menuju ke sini dapat memacu adrenalin Anda. Jalan sempit berpasir dengan hutan di kanan kirinya sangat seru untuk coba dilalui dengan motor.

Bila Anda ingin menyaksikan pembuatan perahu secara langsung, Anda dapat menuju Pantai Air Kisik yang letaknya dekat dengan dermaga utama Pulau Seliu. Di sini, terdapat seorang pembuat perahu satu-satunya di Seliu. Ia adalah keturunan Suku Bugis asli yang telah tinggal di Seliu beberapa lama.

Selain pantai-pantai tersebut masih ada beberapa pantai seperti Pantai Air Buluh, Pantai Tanjung Kerawang, dan Pantai Tanah Merah. Tak perlu bingung untuk menuju pantai ini, karena terdapat plang-plang penunjuk arah hasil karya mahasiswa KKN UGM Yogyakarta yang akan mengarahkan Anda menuju lokasi. Namun tentu saja akan lebih baik jika Anda didampingi warga sekitar.

Selain wisata pantai, Seliu juga memiliki beberapa rumah tradisional Belitung yang dapat dijadikan destinasi wisata sejarah. Salah satu rumah tradisional tersebut bahkan memiliki cerita unik, yaitu memiliki makam di halaman rumahnya. Konon, sang pemilik rumah sengaja membangun makam untuk dirinya sendiri. Namun, akhirnya makam tersebut tidak dipakai. Di teras rumah ini, dipajang foto-foto tua yang menggambarkan aktivitas si pemilik rumah. Warga sekitar mengatakan almarhum pemilik rumah merupakan sosok yang arif dan unik.

Kemudian untuk masalah kuliner Seliu memiliki makanan khas yakni sayur gangan (ikan dengan kuah kuning), sambal serai, jengkarok (pisang dengan taburan kelapa kering), gangan rias (sayur batang muda kelapa/pisang), dan jungkong. Seperti daerah di Belitung pada umumnya, Seliu juga memiliki warung-warung kecil yang menyajikan kopi yang ramai di kala malam. Anda dapat menikmati kopi di warung-warung pinggir dermaga sambil menikmati syahdunya malam, diiringi suara debur ombak. Sambil menikmati kopi, sempatkanlah berinteraksi dengan warga, dengarlah cerita-cerita mereka tentang Seliu.

Saat ini, Seliu sedang gencar mempromosikan potensi wisata yang dimilikinya melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat agar sadar pariwisata. Bila ingin mengetahui lebih jauh tentang Pulau Seliu yang masih asri ini, Anda dapat mengakses informasinya melalui website resmi yaitu www.seliuindonesia.com. Anda juga dapat meng-update foto atau kabar tentang Seliu melalui akun twitter @pulauseliu ataupun instagram @pulauseliu. Bagikan kepada teman-teman Anda website atau akun-akun resmi tersebut untuk membantu promosi Pulau Seliu, dan tentu saja kunjungi surga kecil di pulau paling selatan di Belitung ini [Nurul Latifah/End]

Penyunting : Sandi Iswahyudi

Sebarkan :
  • 245
  • 238
  • 212
  •  
  •  
  •  
    695
    Shares

One Response

  1. Anggit Setyowiharto

    ulasan yang sangat menarik..
    untuk ke pulau seliu lebih mudah menggunakan motor karna bisa dibawa menyeberang, sehingga tidak perlu lagi mencari kendaraan saat di pulau seliu

    Kami menawarkan Penyewaan Motor di Belitung
    HARIAN : Rp. 65.000/24 jam

    SYARAT- SYARAT
    Menyerahkan salah satu Dokumen asli antara lain :
    1. KTP-E
    2. KTM (Mahasiswa)
    3. KARTU PEGAWAI (PNS/BUMN)
    4. SIM A/B
    5. KTA (POLRI/TNI)
    6. NPWP
    7. KARTU BPJS KETENAGAKERJAAN
    8. Kartu BPJS KESEHATAN

    FASILITAS
    1. Helm 2 unit
    2. Jas Hujan
    3. Layanan Antar Jemput Motor Gratis ke Tempat Anda Menginap Hotel atau Homestay dalam Kota Tanjungpandan

    Untuk pemesanan hubungi :
    (Bpk. Anggit Setyo)
    Tanjungpandan-Belitung
    Hp/WA :0817116693

    terimakasih min..

Komentar anda?