RELAWAN MUDA BONDOWOSO

posted in: Community Review | 6

Kabupaten Bondowoso adalah salah satu kabupaten dalam Provinsi Jawa Timur yang terletak di sebelah timur Pulau Jawa. Dikenal dengan sebutan daerah tapal kuda. Ibukotanya adalah Bondowoso. Kabupaten Bondowoso memiliki luas wilayah 1.560,10 km2 yang secara geografis berada pada koordinat antara 113°48′10″ – 113°48′26″ BT dan 7°50′10″ – 7°56′41″ LS.

MENGENAL KOMUNITAS RELAWAN MUDA BONDOWOSO DAN ASAL-USULNYA

Komunitas Relawan Muda Bondowoso merupakan komunitas yang bergerak di bidang sosial dan travelling. Relawan Muda Bondowoso terbentuk karena ketidaksengajaan yang bermula dari diskusi panjang antar tiga pemuda Bondowoso. Diskusi ini terjadi di salah satu grup sosial media. Diskusi panjang yang terjadi tidak lain adalah mengenai kondisi Bondowoso. Dirasa tidak cukup jika hanya berdiskusi di sosial media, maka ketiga pemuda ini memutuskan untuk bertemu secara langsung.

Pada pertemuan langsung atau biasa dikenal dengan istilah kopi darat (kopdar), terkumpulah empat pemuda. Diskusi antara empat pemuda ini pun pada akhirnya menghasilkan suatu rencana kegiatan yang bersifat sosial. Fokus kegiatan ini adalah melakukan sosial traveling ke desa terpencil yang ada di Bondowoso. Kegiatan ini yang pada akhirnya dikenal dengan sebutan Ekspedisi Pelosok Negeri (EPN) yang masih rutin dilakukan hingga saat ini. Relawan Muda Bondowoso akhirnya terbentuk pada 15 November 2014 yang juga bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan sosial travelling pertama. Pada saat kegiatan pertama inilah bergabung satu orang pemuda lagi dari Situbondo.

Kelima pemuda yang menjadi pendiri Relawan Muda Bondowoso tersebut diantaranya Maufiroh/Firoh yang merupakan bidan muda yang berani membuka inspirasi untuk Bondowoso dan kepemudaan. Sosok kedua adalah Taufik yang merupakan anak dari Kiayi yang namanya lumayan tersohor di daerahnya, namun memiliki sifat yang sangat sederhana bertolak belakang dengan latar belakangnya. Taufik inilah yang akhirnya menjadi ketua pertama Relawan Muda Bondowoso.

Sosok ketiga yaitu Saruji yang memiliki latar belakang dari keluarga petani yang pada saat itu sedang kuliah di Bondowoso. Sosok keempat yaitu Rifki yang pada saat itu masih merupakan siswa kelas 1 SMA dan diajak oleh Taufik. Sosok kelima yaitu warga Situbondo yang merupakan salah satu teman dari empat sosok sebelumnya serta memiliki hobi travelling, terutama mengenal desa-desa di pelosok Bondowoso.

Mengenai nama Relawan Muda Bondowoso sendiri, sebenarnya tercetus secara spontan. Pada saat pertemuan langsung antara kelima pemuda tersebut secara langsung, bahkan tidak ada permbicaraan mengenai penamaan wadah kegiatan yang akan dilakukan. Pemberian nama tercetus ketika kegiatan pertama di Dusun Catoh. Seketika itu, ada salah satu warga desa yang menanyakan nama organisasi/wadah/komunitas kelima pemuda ini. Spontan kelima pemuda ini menjawab Relawan Muda Bondowoso. Setelah kegiatan pertama di Dusun Catoh selesai, sekembalinya ke kota, maka kelima pemuda ini langsung menyusun nama dan hal lainnya serta mengajak pemuda-pemuda di Bondowoso untuk lebih peduli terhadap kota dan desa-desa terpencil di Bondowoso dalam satu wadah komunitas.

KEGIATAN UTAMA KOMUNITAS RELAWAN MUDA BONDOWOSO

Sejak terbentuknya Relawan Muda Bondowoso, sudah tercetus kegiatan yang bersifat sosial dan travelling. Kegiatan ini kemudian diberi nama Ekspedisi Pelosok Negeri (EPN). Dalam kegiatan EPN ini, lebih difokuskan pada kegiatan sosial untuk membangun desa-desa di pelosok Bondowoso. Kegiatan ini meliputi pemberian motivasi kepada anak-anak usia sekolah, pengenalan potensi wisata kepada pemuda dan warga desa, kegiatan belajar mengajar sederhana, pembagian buku-buku bacaan anak, bermain bersama anak-anak di desa-desa tujuan, pembuatan MCK darurat, kamar mandi dan tempat wudu, pengecekan kesehatan gratis, pembagian baju layak pakai, sembako, pembuatan gapura gerbang masuk desa, pembuatan taman di sepanjang jalan desa, serta ruwatan bersama warga desa.

EPN 1 yang sekaligus merupakan kegiatan perdana Relawan Muda Bondowoso dilaksanakan pada 15 November 2014 di Dusun Catoh, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso. Pada awalnya, tujuan kegiatan ini adalah Dusun Pettung di Kecamatan Taman Krocok, namun karena sulitnya medan yang harus ditempuh menuju Dusun Pettung dan situasi yang kurang mendukung, maka kelima pemuda pendiri RMB pun hanya sampai di Dusun Catoh dan melakukan kegiatan disana. Adapun kegiatan yang dilakukan pada EPN 1 ini meliputi pemberian motivasi dan buku tulis kepada anak-anak usia sekolah, pengecekan kesehatan gratis oleh salah satu dari lima relawan yang ikut pada EPN 1, dan berbagi sembako kepada warga.

EPN 2 dilaksanakan di Dusun Barak. Kegiatan di Dusun Barak lebih dikhususkan pada kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh rekan-rekan RMB. Hal ini dikarenakan hampir seluruh anak-anak di dusun ini lebih memilih untuk mengemis ketimbang memperoleh pendidikan. EPN 3 dilaksanakan di Dusun Koalas, Desa Kupang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso pada 15-17 Mei 2015. Fokus kegiatan EPN 3 adalah pembuatan MCK darurat di Dusun Koalas. Kegiatan lainnya yaitu kegiatan sosial dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Pembangunan MCK darurat di Dusun Koalas ini berawal dari pengalaman salah satu relawan RMB yang kebetulan sedang melakukan kegiatan eksplore di Dusun Koalas. Ketika itu, salah satu relawan RMB bermaksud untuk buang hajat, namun oleh warga diarahkan ke sungai, karena sebagian rumah di dusun tersebut tidak memiliki MCK. Ada juga yang sudah memiliki jugleg (lobang yang diatasnya diberi penutup) , namun hanya sebagian kecil saja. Ternyata jarak sungai cukup jauh, akhirnya oleh warga disarankan untuk buang hajat di pinggir jurang. Dengan hanya bermodal berpengangan pada pohon-pohon bambu yang memang tumbuh lebat di pinggir jurang dan seember air itulah cara waga di Dusun Koalas buang hajat.

Dengan pertimbangan membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat Dusun Koalas, maka setelah pengalaman langsung itulah RMB merencakan kegiatan pembangunan WC darurat di Dusun Koalas yang waktunya pun bertepatan dengan kegiatan EPN berikutnya. Kendala dalam kegiatan pembangunan WC darurat ini hanyalah pengaliran air bersih ke MCK darurat. Pada kegiatan ini, pembelian material kebutuhan pembangunan, seperti batu bata, semen, pasir, dll dilakukan di desa terdekat kemudian dibawa secara manual oleh rekan-reakn RMB ke atas bukit. Proses pengerjaan berlangsung selama dua hari satu malam full.

EPN 4 dilaksanakan d Dusun Keladi pada September 2015. EPN 5 dilaksanakan di Dusun Pettung, Desa Kretek, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso pada 12-13 Desember 2015. Dusun Pettung merupakan dusun yang menjadi tujuan awal pada EPN 1. Lokasi Dusun Pettung berada diantara tiga bukit dan satu lembah. Pada EPN 5 kali ini diikuti oleh 35 pemuda RMB. Fokus kegiatan EPN 5 di Dusun Pettung diantaranya pemberian motivasi dan pembagian donasi buku bacaan anak. Kegiatan EPN 5 kali ini sekaligus kegiatan dalam rangka ulang tahun RMB yang jatuh pada 15 November. Selain RMB, hadir pula teman-teman dari komunitas lain, seperti SSC Madiun, Probolinggo, dan Situbondo. Pada EPN 5 ini jugalah, seluruh relawan disuguhkan pertunjukan langsung kesenian Ketipung, Mamaca, dan Pencak Silat  oleh warga.

EPN 6 dilaksanakan di Dusun Karanganyar, Desa Sumberwringin, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso. Dusun Sumberwringin juga dikenal dengan istilah Desa Pelangi. Hal ini dikarenakan banyaknya tumbuhan Eukalyptus de gupta dan dikalangan traveler lebih dikenal sebagai pohon pelangi. Kegiatan EPN 6 meliputi pemberian motivasi dan bermain bersama anak-anak Dusun Karanganyar, istigosah, pemberian sembako, bersih desa, dan pemeriksaan kesehatan gratis.

EPN 7 dilaksanakan di Desa Sumberanyar, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. EPN 8 sekaligus kegiatan EPN yang paling baru dilaksanakan yaitu pada 22-23 April 2017 di Dusun Tol-Tol Timur, Desa Rejoagung, Kecamatan Sumbrwringin, Kabupaten Bondowoso. EPN 8 kali ini fokus pada pembenahan infrastruktur, diantaranya pembuatan kamar mandi dan tempat wudu, pembuatan taman dan penanaman bunga, serta pembuatan gapura desa. Kegiatan lainnya yaitu pemberian motivasi kepada anak-anak di SDN Rejoagung 5, Ruwetan Tanah Bondowoso, pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako, alat tulis, dan baju layak pakai pada warga Dusun Tol-Tol Timur. Kegiatan EPN 8 ini diikuti oleh 30 rekan RMB.

Selain kegiatan EPN, ada juga kegiatan eksplore yang rutin dilakukan hampir setiap bulan, bahkan, jika tidak ada halangan bisa setiap minggu. Kegaitan ini lebih sering eksplore air terjun. Hal ini dikarenakan posisi Bondowoso yang dikeliling perbukitan dan pegunungan, serta masih banyaknya potensi air terjun yang belum dikelola. Selain kegiatan eksplore air terjun, ada juga pembukaan jalur pendakian dan pemberian penanda jalur maupun penanda puncak. Adapun jalur baru tersebut yaitu Puncak Piramid dan Puncak Saeng. Selain itu akan dirintis juga pembukaan jalur pendakian Gunung Suket.

BAGAIMANA SISTEM RELAWAN MUDA BONDOWOSO BEKERJA?

Untuk meningkatkan solidaritas dan kinerja RMB, maka pada 2015 dibuatlah ADART pengurus RMB. Kepengurusan RMB dibagi kedalam ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara, serta divisi pendukung. Divisi pendukung tersebut diantaranya ada Divisi Pariwisata, Divisi Pendidikan, Divisi Kesehatan, Divisi Humas, Divisi Dana Usaha.  Namun, saat dilakukan perampingan divisi agar lebih efektif dalam berkegiatan.

Dalam pelaksanaan kegiatannya, tidak jarang RMB pun membuka Open Trip ke tempat-tempat wisata di Bondowoso. Open Trip ini terkadang tematik, artinya menyesuaikan dengan hari besar/hari nasional yang jatuh tepat di waktu pelaksanaan open trip. Terkadang ada juga kegiatan eksplore yang sifatnya masih sekedar survey. Kegiatan ini biasanya terbatas untuk anggota atau beberapa kenalan. Khusus untuk kegiatan EPN, terbuka untuk umum. Tidak hanya bagi anggota RMB saja, bahkan lintas komunitas pun dipersilahkan untuk berpartisipasi. Dalam setiap kegiatan eksplore, tidak lupa bersosialisasi dengan warga setempat. Hal ini untuk saling bertukar informasi.

Selain kegiatan internal, tidak jarang, RMB pun mengikuti kegiatan yang diselenggarakan pihak lain, seperti ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan DISPAPORA Bondowoso dalam acara “Road Show Promosi Pariwisata” dengan tema “Bondowoso Adventure”, berpartisipasi dengan ikut mengisi stand pada acara ulang tahun Bondowoso, penghijauan bersama warga Desa Sulek. Adapun kegiatan lainnya yang sekaligus untuk penggalangan dana untuk kegiatan dan keperluan RMB diantaranya adalah “Ngaleleng Alam Bandebesah”. Kegiatan ini merupakan kegiatan bersih-bersih dan pendirian banner informasi wisata di Objek Wisata Kawah Wurung. Kegiatan terbaru yang diikuti oleh RMB yaitu partisipasi RMB sebagai juri dalam acara pemilihan Duta Wisata Kacong Jebbing 2018.

R-JEK DAN RELAWAN MUDA BONDOWOSO

R-Jek merupakan salah satu bentukan dari Divisi Pariwisata sekitar Juli 2017. R-Jek merupakan satu-satunya ojek pariwisata Bondowoso. Terbentuknya R-Jek bermula dari seringnya rekan-rekan RMB mengantarkan teman-teman yang berkunjung ke Bondowoso. Dari sinilah teman-teman RMB menncetuskan untuk memberikan layanan jasa untuk berwisata di Bondowoso dengan lebih terarah. Ide ini muncul dari obrolan singkat yang pada akhirnya dimatangkan konsepnya. Awal mulanya hanya dilakukan promosi dengan pembuatan stiker kemudian diunggah di beberapa sosial media. Ternyata, ada pihak Pemda Bondowoso yang melihat dan akhirnya R-Jek bersama RMB diundang untuk mengisi salah satu acara yang digelar Pemda Bondowoso. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang promosi R-Jek.

Cara kerja R-Jek sama dengan ojek-ojek kebanyakan, yaitu mengantarkan penumpang ke tempat tujuan. Bedanya, tujuan dari R-Jek ini adalah lokasi-lokasi wisata di Bondowoso dapat berupa lokasi peninggalan/situs, tempat kuliner, wisata kota, wisata alam, bahkan menjadi guide pendakian Gunung Raung, Gunung Ijen, dan Gunung Argopuro yang cukup terkenal di kalangan pendaki. Tarif yang dibayarkan pun disesuaikan dengan jarak dan lamanya berkeliling bersama R-Jek. Sepeda motor menjadi pilihan karena sebagian besar medan menuju objek-objek wisata di Bondowoso masih kurang bersahabat dengan mobil, terlebih sedan. tarif yang dikenakan kepada pengguna jasa R-Jek dimasukan ke dalam dana usaha bagi kegiatan-kegiatan besar RMB, seperti EPN.

Driver-driver R-Jek pun merupakan  anggota RMB, jadi terjamin keamanannya. Driver di R-Jek pun tidak hanya laki-laki, bahkan anggota wanita RMB pun tidak jarang menjadi driver R-Jek. Untuk memberikan pelayanan jasa antar, R-Jek memiliki buku katalog yang berisikan lokasi dan foto tempat wisata yang sangat lengkap. Meskipun menawarkan jasa dengan promosi di beberapa media sosial dalam akun RMB, namun R-Jek masih belum merupakan aplikasi. Jadi, para calon pengguna jasa R-Jek terlebih dahulu harus menghubungi RMB melalui sosial media, diantaranya Web, Instagram, Fan page Facebook, dan Google+.

HAMBATAN DAN HARAPAN RELAWAN MUDA BONDOWOSO

Dalam pelaksanaan kegiatannya, tidak jarang RMB menghadapi beberapa kendala. Kendala tersebut umumnya berbenturan dengan peratuuran daerah setempat dan instansi. Hingga saat ini, RMB sudah memiliki desa binaan, yaitu Dusun Tol-Tol Timur di Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso. Pada awalnya, RMB berniat untuk membentuk beberapa desa wisata, namun hal ini terkendala legalitas RMB sebgai pendiri dan pengelola desa wisata tersebut.

Khusus di Dusun Tol-Tol Timur, selain kegiatan yang dilakukan dalam EPN, RMB pun mendirikan Rumah Cerdas Soko Raung. Tujuan pembuatan Rumah Cerdas Soko Raung ini adalah sebagai sarana untuk belajar bersama setiap minggunya. Selain Rumah Cerdas Soko Raung, ada juga perpustakaan sederhana yang bertempat di rumah Pak Kampung. Harapan lainnya dari pembangunan rumah sederhana ini kedepannya dapat digunakan sebagai tempat singgah bagi pengguna jasa R-Jek yang ingin menginap.

Pembuatan Rumah Cerdas Soko Raung, perpusktakaan sederhana serta pembangunan gapura desa adalah sebagai alternatif dari tujuan awal RMB, yaitu membentuk suatu desa wisata binaan. Sayangnya, rencana dan konsep pembentukan desa wisata binaan ini bertentangan dengan peraturan pemerintah. RMB kala itu terbentur legalitas sebagai pendiri/pelopor desa wisata binaan di Dusun Tol-Tol Timur. Hambatan lainnya adalah pembukaan akses dan area air terjun di dekat Dusun Tol-Tol Timur, namun terkendala perizinan dengan pihak Perhutani sebagai pemilik lahan di sekitar air terjun tersebut.

Harapan kedepan dari RMB adalah membuat legaitas RMB yang pastinya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Dengan adanya legalitas RMB, maka beberapa cita-cita dan konsep dari RMB yang tertunda untuk membangun dan mengembangkan desa-desa di pelosok Bondowoso dapat terwujud satu persatu. Harapan lainnya adalah seiring berjalannya waktu, akan semakin banyak pemuda-pemuda di Bondowoso khususnya, yang semakin peduli dan turut serta mengembangakan desa-desa di pelosok Bondowoso.

Sebarkan :
  • 67
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    67
    Shares
Follow Dya Iganov:

Tinggal di Bandung. Menggemari kegiatan traveling sejak kecil. Aktif di Voluntrider (Rider - Volunteer) Perjalanan Cahaya. Aktif mempromosikan wisata Indonesia, khususnya Jawa Barat lewat artikel diberbagai majalah dan blog. Pemilik www.dyaiganov.com

6 Responses

  1. KAWAH TIDAK JADI DI BONDOWOSO | Travelnatic

    […] Untuk menuju lokasi Kawah Wurung dan sekitarnya, masih belum terdapat rute angkutan umum. Kebanyakan pengunjung yang datang melakukan perjalanan ke Kawah Wurung dengan mobil carteran. Kunjungan ke Kawah Wurung biasanya disatukan dengan perjalanan ke Kawah Ijen dari arah Banyuwangi. Namun, jika ingin mendatangi langsung Kawah Wurung dari arah Bondowoso tanpa haru repot memikirkan akomodasi, para calon pengunjung dapat meminta bantuan dari R-Jek milik Komunitas Relawan Muda Bondowoso. […]

  2. KAWAH TIDAK JADI BONDOWOSO | Dya Iganov

    […] Untuk menuju lokasi Kawah Wurung dan sekitarnya, masih belum terdapat rute angkutan umum. Kebanyakan pengunjung yang datang melakukan perjalanan ke Kawah Wurung dengan mobil carteran. Kunjungan ke Kawah Wurung biasanya disatukan dengan perjalanan ke Kawah Ijen dari arah Banyuwangi. Namun, jika ingin mendatangi langsung Kawah Wurung dari arah Bondowoso tanpa haru repot memikirkan akomodasi, para calon pengunjung dapat meminta bantuan dari R-Jek milik Komunitas Relawan Muda Bondowoso. […]

  3. KAWAH TIDAK JADI BONDOWOSO | ncandra

    […] Untuk menuju lokasi Kawah Wurung dan sekitarnya, masih belum terdapat rute angkutan umum. Kebanyakan pengunjung yang datang melakukan perjalanan ke Kawah Wurung dengan mobil carteran. Kunjungan ke Kawah Wurung biasanya disatukan dengan perjalanan ke Kawah Ijen dari arah Banyuwangi. Namun, jika ingin mendatangi langsung Kawah Wurung dari arah Bondowoso tanpa haru repot memikirkan akomodasi, para calon pengunjung dapat meminta bantuan dari R-Jek milik Komunitas Relawan Muda Bondowoso. […]

  4. EKSPLORE BONDOWOSO | Dya Iganov

    […] letak objek wisata sudah dikumpulkan terlebih dahulu. Sampai akhirnya mendapatan kontak R-Jek nya Relawan Muda Bondowoso. Rekan dari R-Jek inilah yang akan menemani saya selama dua hari keliling Bondowoso. Mas Zen […]

Leave a Reply