RIGHTSEASONS : Keinginan Sederhana yang Menjadi Bisnis Mandiri

RIGHTSEASONS : Keinginan Sederhana yang Menjadi Bisnis Mandiri

posted in: Travelpreneur | 0

Berawal dari keinginan punya hammock sendiri, kini jadi sebuah usaha mandiri. Pemiliknya : Ridho Febrian memulai usahanya dari modal kantong sendiri. Perlahan-lahan, dengan konsumen awal dari kalangan kawan, kemudian usahanya mulai dikenal oleh pejalan di Yogyakarta, lalu merambah ke kota-kota lainnya dengan promosi online.

Ridho Febrian, seorang pemuda berusia 23 tahun asal Pontianak, Kalimantan Barat mencoba peruntungannya pada bisnis hammock yang sedang menjadi tren di Indonesia. Dia benar-benar berusaha mandiri, mulai dari permodalan, inovasi, desain, penjualan, hingga melayani konsumennya.

Ada dua sisi yang terlihat ketika Ridho mencoba peruntungannya. Di satu sisi, ketika mayoritas lulusan universitas memilih menggantungkan hidup dari pekerjaan kantoran, dia memilih melawan arus dengan berwirausaha di dunia traveling. Dari sisi lain, dia terlihat mengikuti arus bisnis dunia traveling dengan memproduksi hammock yang beberapa tahun terakhir ini peminatnya meningkat secara signifikan. Keberanian untuk memulai usaha, itulah hal yang pantas diteladani dari jejak Ridho dan Rightseasons yang masih seumur jagung ini. “Mengikuti arus boleh saja, asal jangan terbawa arus”, katanya pada Travelnatic Magazine.

Ide untuk membuat hammock ini berawal dari teman, kemudian dia tertarik dan mencoba membuat sendiri. Ridho mencoba untuk mencari bahan,mencari cari penjahit dan akhirnya berhasil membuat hammock sendiri. Bahan dasar untuk membuat hammock ternyata cukup mudah didapatkan di Jogja (Indonesia). Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Ridho.

Rightseasons adalah merk yang dia sematkan pada produk hammock buatannya. Rightseasons secara harfiah berarti musim yang baik. Filosofi dari nama ini mengandung pesan bahwa untuk melakukan kegiatan traveling, sebenarnya tidak melulu harus mengikuti musim. “Setiap musim merupakan musim yang baik, asal standard operating procedures terpenuhi”, ujar Ridho. Tanpa mengecilkan peran musim dalam menentukan pilihan waktu traveling, Rightseasons mengajak untuk berpikir dan bertindak kreatif dalam menciptakan sendiri musim-musim yang baik untuk melakukan kegiatan traveling.

Bisnis hammock Rightseasons dimulai sekitar bulan Juli 2014. Pada saat pertama merencanakan hal ini, keluarga Ridho tidak serta merta menyetujui keinginan tersebut. Tapi kini keluarga Ridho sudah lebih mendukung setelah melihat progres Rightseasons selama empat bulan ini cukup menjanjikan.

Seperti kebanyakan bisnis pemula pada umumnya, Rightseasons bergerak di dunia maya untuk mendapatkan konsumennya. Untuk mendapatkan jumlah pengikut yang mencukupi di akun media sosialnya, Rightseasons memilih cara berbagi foto traveling dan sharing tentang pengalaman traveling. Jadi, Rightseasons tidak langsung memproduksi hammock dan menjualnya, setelah jumlah followers dirasa cukup dan interaksi berjalan dengan baik, barulah Rightseasons memperkenalkan hammock-nya.

Hammock pertama yang dibuat oleh Ridho merupakan produk percontohan dan bahan eksperimen. Berbagai modifikasi kemudian dilakukan sebelum produk tersebut dilepas ke pasar. Menurut Ridho, bisnis hammock itu “gampang-gampang susah”. Bisnis hammock juga memerlukan banyak riset dan percobaan untuk memenuhi standar keamanan dan kenyamanan. Beberapa hal yang berpengaruh dalam hal keamanan ini yaitu faktor jahitan dan bahan yang digunakan. Jahitan sangat penting. Oleh sebab itu, sebelum melepas Rightseasons ke pasar, masalah jahitan ini sangat diperhatikan.

Salah satu keunikan dari Rightseasons ini adalah motif batik yang digunakan pada produknya. Saat Rightseasons masuk ke pasar hammock, sudah ada berbagai usaha lain yang membuat produk serupa. Maka dari itu perlu suatu inovasi yang unik untuk melakukan penetrasi ke pasar dan Rightseasons memilih batik untuk menjawab hal tersebut. Selain itu, alasan pemilihan motif batik untuk memperkaya hammock Rightseasons adalah untuk turut serta mempopulerkan batik di masyarakat. Batik memang sudah populer, dan Rightseasons turut serta untuk semakin mempopulerkannya.

Inovasi dan kreasi sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan sebuah usaha. Hal ini juga dipahami oleh Rightseasons. Meskipun masih fokus di satu varian yang ada sekarang, Rightseasons telah melakukan riset dan desain untuk pengembangan. Hanya saja belum di lepas ke pasaran.

Selain bergerak di media sosial, untuk menarik hati dan menjaga kepercayaan konsumen, Rightseasons juga berinteraksi secara langsung dengan konsumen-konsumennya. Tidak jarang Ridho sebagai owner Rightseasons ikut menemani konsumennya untuk hammocking di berbagai lokasi di Jogja, misalnya di hutan pinus Imogiri, Bantul. Ridho memperlakukan konsumennya tidak hanya sebagai pembeli, melainkan juga sebagai teman. Menurut Ridho, hal semacam ini penting untuk menyambung dan menjalin silaturahmi sehingga terbangun keharmonisan antara keduanya.

Kini setelah empat bulan berjalan, meskipun penjualan hammock belum stabil, Rightseasons bisa menjual rata-rata 12 hammock perbulan. Interaksi di media sosial Rightseasons seperti di akun instagram dan twitter cukup interaktif.

“Meskipun belum membeli, banyak calon pembeli yang menanyakan hammock Rightseasons” , ungkap Ridho.

Selain keuntungan materi, Ridho mendapat banyak pelajaran dari bisnisnya ini. Dia memperoleh banyak teman tidak hanya dari pembeli Rightseasons saja, mendapatkan berbagai koneksi, dan tentu saja pelajaran tentang bisnis dan wirausaha. Selain mencoba peruntungan lewat wirausaha, Ridho sendiri juga menyukai kegiatan traveling, termasuk hammocking. Maka dari itu dia tidak merasa berat untuk menjalankan keduanya sekaligus. Menurut Ridho, realita bisnis yang dijalaninya lewat Rightseasons tidak se-sistematis teori yang diperoleh di bangku kuliah. “Sebenarnya praktek itu lebih simpel” tandasnya singkat.

Hammock Rightseasons dapat dibeli seharga Rp 285.000, harga tersebut sudah termasuk perlengkapan pendukung hammock seperti carabiner, tebular webbing, nautical rop dan tentu saja hammock bermotif batik yang cantik dan menarik!

Nah, buat kamu yang menyukai hammocking dan ingin membeli hammock, mungkin Rightseasons bisa masuk daftar produk yang akan kamu pilih. Happy Hammocking! [Nurul Amin/End]

Penyunting : Annas Chairunnisa Latifah

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    622
    Shares
Follow Nurul Amin:

Penulis indie. Mulai menulis sejak sekolah menengah lewat catatan harian. Kemudian belajar menulis lewat pelatihan kepenulisan, pelatihan jurnalistik serta belajar secara otodidak. Belajar menyunting naskah sejak pertengahan masa kuliah, lewat komunitas environment journalist dan aktif menyunting sejak di travelnatic.com. Selain dunia menulis, juga menyukai kegiatan kreatif, organisasi, enterpreneur, penelitian, kegiatan sosial kerelawanan dan kegiatan alam bebas (tentu saja). Bacaan yang disukai tentang sejarah, sastra, petualangan, kemiliteran, lingkungan dan sains. Sedang mencari ilmu di program studi Teknik Lingkungan, tertarik pada studi tentang material komposit alam dan pengelolaan air.

Komentar Pembaca