Romantisnya Gerai Inspirasi Kopi

posted in: Experience | 0

Menyesapi aroma kopi disangrai membuat urat syaraf yang seharian lelah bekerja kembali segar dan rileks. Kemewahan menikmati aroma ‘syurga dunia’ itu, akan mudah kalian dapatkan jika sedang berada di beberapa warung kopi di Banda Aceh.

 

Fenomena me-roasting atau menyangrai kopi sendiri oleh warung kopi tengah menjadi trend. Mesin yang mampu mengeluarkan berbagai aroma kopi, sesuai dengan proses kopinya seolah menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap penikmat kopi.

 

Trend sebuah warung kopi lengkap dengan alat roasting biasanya dipakai oleh warung kopi dengan konsep penyajian kopi Arabica. Memutuskan punya mesin penyangraipun bukan sekedar mengikuti style kekinian. Ianya berbanding lurus dengan daya jual coffee bean dan berbagai minuman olahan kopi.

 

Bagi penikmat kopi yang belum pernah melihat langsung bagaimana proses penyangraian biji kopi, salah satu gerai kopi yang dapat dikunjungi adalah Inspirasi Kopi di Banda Aceh. Saya sering menghirup aroma kopi yang sedang disangrai sambil menyeruput secangkir black coffee favorit saya.

 

Di Inspirasi Kopi, aktifitas me-roasting berada dalam satu ruang dengan meja para pelanggan. Hanya saja, letaknya berada paling sudut bagian belakang, bersebelahan dengan meja bar. Agar roasting-an kopi tidak terkontaminasi aroma yang dapat merubah cita rasa originalnya, Inspirasi Kopi membuat sekat berukuran dua kali dua meter persegi berdinding kaca.

 

Proses me-roasting akan terlihat jelas bila para pengunjung memilih duduk menghadap ke arah meja bar di bagian dalam. Puncak kopi yang baru di-roasting akan mengeluarkan aroma ternikmatnya, ketika kopi yang telah disangrai berada pada tahap pendinginan. Aromanya membuat diri merasa nyaman. Layaknya menghirup aroma kehidupan ketika akan kembali keperaduan.

 

Sebenarnya, sore pada minggu kedua Mei itu, kepala saya agak berdenyut, akibat kondisi fisik yang kurang fit. Bila denyutan itu dimanjakan dengan memutuskan pulang ke rumah, jadilah setumpuk kerjaan mulai menjadi gundukan kecil.

 

Aku yang sedang ngopi kerja (foto by Riska Munawarah).

 

Pilihan saya menyinggahi Inspirasi kopi saat itu bagai diberkati alam semesta. Ternyata Tuhan mempersiapkan aroma syurga, penuh cinta di sana. Ia membelai mata dan kepala saya hingga nuansa lelah, berubah menjadi nyaman tiada tara.

 

Romantis! Begitulah buntutnya. Suasana itu kental sekali. Walau sedang duduk seorang diri, saya sungguh tak merasa sendirian. Saya berteman dengan aura manis dan menikmati bercakap-cakap dengan diri. Percakapan sederhana seperti mulai mengatur langkah dan strategi menghadapi esok hari. Ah, nikmat Tuhan yang manakah, yang engkau dustakan!

 

Bagi kalian yang ingin menikmati keromantisan warung kopi di Aceh, Gerai Inspirasi Kopi dengan konsep penyajian kopi Arabicanya, cukup rekomendasi untuk disinggahi. Kemungkinan besar bersentuhan dengan aroma kopi sangrai besar sekali. Pasalnya, dalam sehari mereka mampu menerima orderan roasting-an kopi hingga tiga puluh kilogram.

 

Selain itu, Inspirasi Kopi juga dilengkapi fasilitas wifi. Semua bisa diakses free. Tapi bukan itu yang paling penting menurut saya. Penyajian rasa kopi konsisten, yang membuat saya tak bisa move on dari Inspirasi Kopi.

 

Konsistensi rasa kopi standar menurut saya, cukup sederhana. Kopi tergolong enak, bila dia terasa nyaman di lidah. Selagi kopi tak berasa seperti memakan kulit lemon, maka kopi itu enak buat saya. Itulah mengapa gerai Inspirasi Kopi ini berbeda.

 

Jadi, bila penasaran dan ingin menikmati menyesap kopi ditemani aroma kopi sangrai, silahkan mampir. Waktu me-roasting sering saya dapati pukul 15.00 WIB sampai menjelang pukul 22.00 WIB. Bila beruntung, ngopi pagipun dapat dinikmati sambil menghirup aroma kopi yang sedang disangrai.

 

Seorang barista Inspirasi Kopi yang sedang menunjukkan mesin roasting kepada saya (foto by Desi Badrina).

 

Bagi mereka yang punya kebutuhan menulis tenang, seperti mahasiswa tingkat akhir atau seorang penulis, blogger, dan yang suka baca, Inspirasi Kopi cocok dikunjungi pagi hingga menjelang siang. Lokasinya yang tak jauh dari dua kampus tertua di Aceh, membuat tempat ini sering dikujungi kalangan akademisi.

 

Bila ingin mencari tempat ngobrol asik, sore hari adalah waktu yang tepat untuk datang ke Inspirasi Kopi. Mereka punya space yang cukup nyaman buat rapat atau sekedar diskusi berdua saja. Eit, bukan berarti untuk orang yang duduk sendiri tempat ini tidak recommended loh.

 

Seperti temanku, Ulfa Khairina. Dia seorang dosen yang suka ngopi kerja di Inspirasi Kopi seorang diri. “Aku suka karena tempat ini berada tepat di depan Pustaka Wilayah Aceh dan tidak bising, ” kata Ulfa Khairina, ketika suatu kali aku bertanya kenapa tiap kali kami ingin bertemu, dia mengajukan tempat ini.

 

Saya pun mulai sepakat dengan Ulfa. Ditambah lagi, kemewahan minum kopi berkualitas bertemankan aroma kopi sangrai, membuat siapapun yang datang seorang diri, dapat menikmati kesendiriannya dengan suasana ‘romantis’.

Sebarkan :
  • 30
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    30
    Shares
Follow Desi Badrina:

Jalanku pasti berbeda dengan jalanmu. Jalanmu tentu berbeda pula denganku. Tulislah perjalananmu. Akupun akan menuliskan perjalananku. Bisa jadi, kita akan bertemu dipersimpangan jalan. Mungkin akan berjalan beriringan. Tak jarang hanya menjadi sebuah persinggunggan. Namun perjalanan akan tetap menjadi pelajaran. Sebab perjalanan sebuah pembelajaran.

Latest posts from

Leave a Reply