Rumah Tegel Lasem, Saksi Akulturasi Budaya

Rumah Tegel Lasem, Saksi Akulturasi Budaya

posted in: Destination | 0

Rumah Tegel Lasem – Lasem merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Secara geografis, Lasem terletak di jalur utama pantai utara Jawa, yaitu jalur yang dulunya dibuat melalui kerja paksa dibawah komando Daendels untuk pertahanan Belanda terhadap serangan Inggris.

Berbagai model tegel koleksi Rumah Tegel Lasem. Dok. Mia Kamila
Berbagai model tegel koleksi Rumah Tegel Lasem. Dok. Mia Kamila

Jauh sebelum itu, Lasem merupakan tempat singgah para saudagar Tiongkok yang datang ke Pulau Jawa untuk berdagang. Kebanyakan dari mereka adalah laki-laki dan akhirnya menikah dengan wanita pribumi. Hingga kini Lasem sering disebut sebagai kota Tiongkok kecil karena masih terdapat banyak peninggalan berupa kelenteng dan rumah-rumah dengan arsitektur Tionghoa.

Ketika berkunjung ke Lasem, kita akan disambut oleh suasana kampung Pecinan dan seolah kita sedang berada di Tiongkok pada abad ke–14 silam. Penelusuran saya di Lasem tidak hanya berhenti di pemukiman pecinan yang melegenda. Saya mencoba menyusuri setiap jalan yang ada dengan berjalan kaki.

Sebuah banguanan kuno yang masih berdiri di samping Masjid Jami Lasem menarik perhatian saya untuk menelusurinya. Rumah Tegel Lasem, begitu akrab dia disebut. Rumah tersebut terlihat begitu renta namun masih berdiri kokoh dan terawat oleh pemiliknya. Rumah tersebut dulunya milik seorang Tionghoa bernama Lie Thiam Kwie, seorang pengusahan tegel. Namun jika dilihat dari perabot dan macam-macan lukisan yang ada di sana, beliau mempunyai pola pikir paham Eropa.

Melalui lorong tengah saya masuk menuju ke halaman belakang Rumah Tegel Lasem. Suasana asri dan rindang menyambut kami dan salah satu teman saya yang menjadi guide. Saya tidak pergi sendirian, melainkan bersama tiga orang teman saya yang sangat ngehits di dunia traveling.

Menurut penuturan Mas Pop yang saat itu menjadi guide kami, rumah yang kami singgahi dulunya merupakan tempat produksi tegel. Ada beragam tegel yang di produksi di sini. Terbukti dengan banyaknya macam contoh tegel yang masih tersusun rapih di halaman belakang rumah. Sekarang tegel tersebut hanya berfungsi menjadi hiasan untuk mempercantik ruanagan agar terkesan elok. Perabot yang ada di dalam Rumah Tegel Lasem pun sebagian besar masih terlihat asli.

Foto Lie Thiam Kwie di Rumah Tegel Lasem. Dok. Mia Kamila
Foto Lie Thiam Kwie di Rumah Tegel Lasem. Dok. Mia Kamila

Pabrik tegel ini pernah mengalami kejayaan di masanya. Disitu juga ditemukan faktur penjualan lengkap dengan tata cara perawatan tegel tersebut. Sampai saat ini pabrik tersebut masih aktif berproduksi, namun barang yang dihasilkan bukan lagi berupa macam-macam tegel, melainkan berupa batako saja dan hasil produksinya tidak sebanyak dulu. Rumah Tegel Lasem tersebut sekarang menjadi milik keturunan Tuan Lie.

Jika kalian beruntung, kalian akan bertemu beliau jika sedang berkunjung kesana dan mempunyai kesempatan untuk melihat koleksi barang-barang kuno yang ada di dalam rumah utama. Sayangnya ketika saya berkunjung pemilik rumah yang sekarang sedang berada di luar kota, sehingga kami tidak bisa masuk ke dalam rumah.

Lasem, kota tua yang masih memiliki banyak warisan. Tugas kita sebagai penerus bangsa, wajib untuk memelihara dan melestarikannya. Agar peninggalan budaya yang ada tidak beralih fungsinya. [Mia Kamila/End]

Penyunting : Bela Jannahti

 

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Follow Mia Kamila:

Tinggal di Semarang. Aktif berkegiatan traveling dan komunitas di Semarang. Pemilik www.jejakjelata.com

Komentar Pembaca