Saat Kota Kuala Tungkal Penuh Durian

Musim durian, adalah salah satu masa yang di tunggu warga Kota Kuala Tungkal, sebuah kota di pesisir timur Provinsi Jambi. Ini saatnya “pesta durian” dan memenuhi udara dengan aroma durian.

Tumpukan durian yang siap dijual dan bisa dimakan di tempat. Dok. Nurul Amin

Pada saat musim durian, berbagai sudut strategis untuk menghampar durian di emperan ruko (baca : rumah toko) tumpah ruah dengan buah beraroma khas ini. Pesta durian pun siap digelar dimana-mana lokasi ada hamparan.

Meskipun Kota Kuala Tungkal bukanlah sentra penghasil durian, saban tahun di kota ini, musim durian selalu ditunggu dan disambut dengan hangat dan sukacita. Ya, makan durian merupakan satu yang ditunggu banyak warga Kota Kuala Tungkal.

Durian dari berbagai penjuru Sumatera, bergantian mengisi hari-hari dalam musim durian di Kuala Tungkal. Paling dekat, misalnya Durian Kumpeh yang terkenal, yang datang dari Kabupaten tetangga, yaitu Kabupaten Muaro Jambi. Ada lagi Durian dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, yang sedang kami santap ini. Lalu masih ada durian dari Sumatera Utara dan Padang, yang pada gilirannya akan mengisi surutnya musim durian di daerah sentra penghasil lainnya.

Mengapa warga Kuala Tungkal sangat menggemari durian? Seperti diceritakan oleh Hendra, dia bisa menghabiskan 7 buah durian sendirian dalam satu sesi “pesta durian” yang berlangsung “hanya” dalam tempo sejam. Bayangkan, sejam menghabiskan durian 7 buah. Suatu kecepatan dan kekuatan makan durian yang lumayan impresif kan?

“dan saya seminggu ini hampir tiap malam makan durian disini. Kadang-kadang jam 3 subuh, saya pergi kesini dan makan durian. Ini saya sedang demam, jadi cuma makan dua buah buat keluarkan keringat” Hendra menambahi.

Menghabiskan durian dua buah hanya untuk mengeluarkan keringat? Ya, suatu pengakuan yang nggilani bagi mereka yang tidak kuat mencium, apalagi memakan durian.

Pedagang durian menata susunan buah yang akan dijual. Dok. Nurul Amin

Pedagang durian di Kuala Tungkal memang berjualan hampir semalam suntuk. Mereka umumnya menjual secara curah. Satu kloter durian kalau bisa harus habis di tempat tersebut. Maka dari itu pedagang akan menjual semaksimal mungkin siang dan malam. Beberapa pedagang bahkan menggelar tempat tidur sederhana di dekat tumpukan duriannya. Karena durian dibeli oleh pedagang secara borongan, umumnya pedagang baru akan menambah stok jika dagangannya sudah terjual cukup banyak sehingga dapat diperhitungkan menutupi modal.

Pada musim durian, harga durian menjadi sangat terjangkau. Jika biasanya durian sebesar kepala anak kecil berharga 25 ribu di musim biasa, maka di musim panen besar, harganya bisa turun menjadi 10 ribu per buah. Sungguh harga yang menggiurkan untuk memenuhi sendawa dengan aroma durian. Kali ini saya membelah durian ukuran agak besar dengan harga 25 ribu per buah, yang sudah dipilihkan pedagang. Biasanya durian sebesar itu akan berharga 30-40 ribu per buah. Sayang, saya tidak bisa memaksakan diri, hanya dua buah, perut saya sudah penuh dan mulai mengeluarkan sendawa beraroma durian. Saya menyerah di biji terakhir.

Pada Musim durian inilah pembeli bisa mendapatkan durian berkualitas baik dengan kemungkinan memilih yang lebih luas. Ada banyak ukuran, bentuk, dan harga. Musim durian adalah saatnya memanjakan diri dengan sendawa aroma durian.

Daging buah durian yang beraroma sangat khas. Dok. Nurul Amin

Jika bukan pada musimnya, sulit bagi pembeli untuk memilih durian yang bagus, kecuali mengeluarkan biaya cukup mahal, kisaran 50-150 ribu baru bisa mendapatkan kepuasan makan durian. Kebanyakan pembeli akan mendapati durian yang kurang matang, berulat, atau bahkan ada yang masih mentah. Namun di musim durian, itu bisa dihindari. Ada banyak durian, ada banyak pedagang, ada banyak variasi harga. Tinggal ukur kemampuan kocek, maka kepuasan makan durian dapat disesuaikan.

Kota pesisir yang ramai dengan keunikan warga pesisir timur Jambi ini jadi semakin semarak saat musim durian. Ini sangat kentara dan meriah. Melihat durian berserakan dalam tumpukan-tumpukan besar, sungguh pemandangan yang menggiurkan dan seru. Ya, dengan melihat kemeriahan ini saja dapat membuat kita ikut berbahagia. Bagi pengunjung dari luar kota Kuala Tungkal, ini salah satu saat yang tepat untuk melihat salah satu bentuk geliat kota pesisir ini. Apalagi bagi penggemar durian, ini setali tiga uang, bisa melihat geliat masyarakat, makan durian, dan bersendawa aroma durian. [Nurul Amin/End]

Bagikan :

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *