Rasakan Serunya Sensasi Bromo Motor Trail!

Rasakan Serunya Sensasi Bromo Motor Trail!

posted in: Experience | 0

Siapa bilang ke Bromo harus naik jeep? Naik motor juga bisa kok! Cobain deh sensasi mengunjungi Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan Bromo Motor Trail. Treknya beda dari yang lain, semua pasir ! Bulan Mei kemarin gue nyewa motor dan ditemenin Sandy nge-trail ke Bromo. Seru banget!

Travelnatic Magazine – Perjalanan dimulai pukul 01.00 dari Malang via Tumpang. Malam itu langit cerah bertabur bintang, tapi udara dingin menusuk sampai ke tulang. Memasuki kawasan taman nasional jalur yang dilewati mulai berliku kadang tajam dan lebih dominan berlubang. Tak ada penerangan jalan di sini, kecuali ketika melewati depan rumah penduduk. Dari Malang kurang lebih memakan waktu tiga jam untuk sampai ke Tumpang. Ketika memasuki trek pasir motor mulai kurang seimbang. Karena ini pertama kalinya ke Bromo dengan menggunakan bromo motor trail, sempat beberapa kali motor kami tiba-tiba mati karena belum terbiasa di trek ini. Gue sempat agak panik karena gelap cuy! Untung Sandy orangnya tenang, jadi alhamdulillah perjalanan bisa dilewati dengan mulus.

Tepat waktu subuh kami sudah sampai di Penanjakan 1. TKP udah ramai pengunjung, banyak juga loh yang pakai motor tapi tetep lebih dominan jeep. Aaaaaaaak makin dingin… Disini pengunjung bisa menikmati view Gunung Bromo, Gunung Semeru, dan gunung lainnya yang berdekatan dengan hamparan lautan pasir di sekelilingnya. Lalu juga bisa menikmati matahari terbit.  Taraaaaaa… sang surya mulai muncul malu-malu. Warnanya bagus, akhirnya bisa menikmati sunrise lagi. Terbayarlah udara yang dingin menusuk tulang sepanjang perjalanan tadi dengan sunrise yang menakjubkan. Saking takjubnya sampai loncat-loncat biar keluar keringat, tapi malah nggak keluar. Kalah sama dingin hahaha. Matahari mulai tinggi, kami lanjutkan perjalanan ke Pasir Berbisik. Pasir Berbisik merupakan hamparan lautan pasir. Kenapa disebut Pasir Berbisik? Karena dulu Dian Sastro pernah shooting film berjudul Pasir Berbisik di sini, maka sekarang tempat ini terkenal dengan sebutan itu. Masih setia dengan trek pasir, Sandy lama kelamaan mulai jago nyetir. Kami bergantian mengambil foto dengan latar pemandangan kawasan Gunung Bromo. Begitulah kami asik berfoto di sana. Masya Allah , tempat ini bener-bener keren dan bikin gue betah!

Lanjut lagi ke Kawah Bromo, dari Pasir Berbisik melewati pasir yang berbukit-bukit. Agak ekstrim sih, kalo kepeleset sedikit bisa keguling-guling jatuhnya. Untuk menuju Kawah Bromo sendiri kendaraan hanya diperbolehkan sampai dekat Pura Luhur Poten, lalu bisa dilanjutkan dengan menaiki kuda dengan biaya Rp 150.000,/orang pp atau kalau kuat bisa dengan berjalan kaki sekitar 2 km dengan trek pasir yang pasti membutuhkan tenaga lebih banyak. Eits, itu belum termasuk 250-an anak tangga yang mau gak mau harus dilewati juga. Pokoknya siapin tenaga lebih deh! Kawah Bromo sendiri merupakan tempat dimana bisa melihat kawah Gunung Bromo yang masih aktif. Dari puncak kawah bisa dilihat juga lautan padang pasir dan Gunung Semeru.

Selanjutnya padang Savanna. Padang Savanna atau biasa disebut Sabana adalah hamparan padang rumput yang luas, sepintas padang savanna Bromo berupa bukit-bukit hijau nan indah yang menyerupai Bukit Teletubbies.  Makin keren view-nya,  Sandy curang kebanyakan dia yang jadi model gue sedikit hiks…. Padahal dia udah empat kali kesini tapi masih ajah eksis. Abaikan!

Serunya menjelajahi Bromo dengan Bromo Motor Trail mungkin terletak pada tantangan individu dan treknya yang menantang. Bromo Motor Trail ini yang pasti sangat memacu adrenalin. Kebayangkan trek-trek-an di jalanan? dengan Bromo Motor Trail kamu bisa nge-trek sepuasnya. Medan berpasir seluas mata memandang siap kamu jelajahi.

Puas muterin kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, kami akhirnya kembali ke Malang. Sempet mampir di tempat peristirahatan untuk memejamkan mata sejenak. Bayangin aja, semalem cuma tidur dua jam dan sisanya terjaga di jalan. Suka ngeluh sih tapi gak kapok, namanya juga manusia. Hehehe..

Thanks travelmate, Sandy ! [Elysa Rosita/End]

Penyunting : Annas Chairunnisa Latifah

Sebarkan :
  • 201
  • 151
  • 65
  •  
  •  
  •  
    417
    Shares
Follow Elysa Rosita:

Muslimah. Bungsu. Trip Maker

Komentar anda?