Serunya event Food Photography Workshop di Surabaya.

posted in: Culinary, Event Review | 0

Pernah denger Pho(ne)tography yang lagi ngetrend. Sesuai istilah, Pho(ne)tography merujuk pada media seni fotografi. Nah, jika biasanya demi mendapat hasil jepretan visual yang bagus mesti pakai kamera entry level dengan lensa super mahal, kali ini teknologi menyederhanakan cara kerja fotografi itu sendiri.


Oleh : Firman Rachmanudin


Salah hasil jepretan peserta. Dok Instagram @Freddykurniaputra

 

Yup, hanya dengan smartphone,kalian tetap bisa jepret gambar yang hasilnya juga tak kalah dibanding jepretan kamera profesional. Sebagai pengguna smartphone,tentu tak sulit bagi kita mengoperasionalkan benda canggih berukuran rata-rata 5″ ini. Pas dan mudah digenggam.

Nah, sobat travelnatic, pasti tau kan fitur apa saja yang ada di smartphone kalian. Salah satunya adalah kamera. Fitur yang satu ini memang tak bisa dilepaskan dari produk smartphone kalian. Fitur kamera memang menjadi salah satu diantara fitur yang paling populer digunakan pemilik smartphone.

Lalu, bagaimana caranya bisa dapetin gambar bagus dengan smartphone yang kita punya?.

Salah satu jawabannya ada di workshop dan talkshow yang diselenggarakan teman-teman mahasiswa semeseter IV jurusan perhotelan, Universitas Ciputra Surabaya. Kegiatan bertajuk Food Photography itu diadakan di Briosse restaurant jalan HR. Muhammad Surabaya, Minggu (5/5) pagi.

Dalam acara itu, panita mengundang seorang food enthusiast yang juga hobi fotografi bernama Vicky Yuwono.

Travelnatic mencoba mewawancari pria yang akrab disapa ko Vicky itu.

Ko Vicky, bisa sedikit jelasin gimana awal mulanya menggeluti dunia fotografi dengan spesifikasi makanan dan masakan yang jadi objeknya?

“Hallo, awalnya aku emang suka sama yang namanya makanan, kemudian iseng-iseng sambil ngereview makanan yang sudah kubeli. Nah, sebelum aku review itu aku suka fotoin dulu, pakai handpone. Nah dari situ, kok bagus sih fotoku, lalu ketika aku posting di instagram ternyata feedbacknya bagus”



Peserta dan narasumber mempraktekkan penggunaan Smartphone untuk Food photography. Dok. Christian

 

Pertama kali, foto pakai smartphone gitu gak minder ga?

“Engga dong, sebenernya, apapun alatnya itu adalah bagus, jadi ada istilah man behind the gun. Asal kita tau tekniknya, hasil foto kamera handpone itu gak kalah juga dengan hasil kamera profesional. Apalagi, jaman sekarang, kamera handpone udah canggih, megapixel nya besar dan jernih. Plus lebih mudah efisien diaplikasikan karena menurutku di handpone juga bisa diinstal aplikasi yang supporting sama fotografi, salah satunya aplikasi photo editing”

Buat pemula, apa aja sih ko yang perlu dan butuh banget buat disiapin sebelum terjun ke dunia food photography ini?

“Yang pasti banyakin referensi ya, dulu aku itu sampai beli buku yang ditulis oleh empat perempuan yang memang hobi masak dan fotografi. Jadi dia masak sendiri, ditata sendiri, difoto sendiri, dimakan sendiri kemudian direview dan dijadikan buku. Kedua, niat ya. kalau bilang niat itu memang gak bisa lepas dari passion. dulu aku kerja di bank, dan apa yang sedang aku gelutin sekarang basicly gak sesuai dengan bidang yang aku pelajari dulu waktu kuliah. Aku kuliah di teknik industri dan nyeburnya ke dunia fotografi, yang namanya passion, digeluti saja terus, pasti ada jalan. rejeki ada aja kok”

“Foto yang baik itu ada lima hal, pertama Komposisi, kedua Cahaya, ketiga Angle, keempat, Properti dan terakhir editing apps. Komposisi ini menentukan obyek apa yang bakal kamu foto, disini ada istilah Rule of Thread, jadi titik fokus ada ditengah frame atau perbandingan 3/4 frame. Cahaya, yang paling bagus emang pakai cahaya natural,dari matahari. Makannya, banyak fotografer yang manfaatin cahaya pagi maupun sore hari. lalu Angle. Angle ini memposisikan kamera sebagai mata. ada banyak teknik misalnya, angle dari atas itu Bird Eyes view (flatlay) kemudian, sudut 45 derajat, lalu sejajar mata dan lain-lain. Properti. kalau mau hasil foto bagus, kita juga harus menyiapkan properti penunjang obyek utama agar tidak berdiri sendiri. Nah properti itu sebagai pemanis obyek utama biar terkesan foto ini hidup dan berwarna. Terkahir itu editing apps. Mau gak mau, hasil jepretan tentu gak ada yang sempurna. Nah inilah fungsi tools di editing apps untuk menyempurnakan kekurangan itu, biasanya sih, aku main di kontras, pencahayaan dan croping”

Terakhir nih ko, motivasi udah, teknik udah, tips nih buat yang pengen banget jadi food blogger, food enthusiast atau food photographer tapi masih bingung mulainya gimana?

“Okay, pertama tentuin makanan dan tema kalian yang mau difoto. Kemudian,tentuin properti, background dan ambience. Selanjutnya, Tentukan angle. Terus letakkan obyek ditengah, atur komposisinya serta jangan lupa asupan cahaya yang cukup. Dan, Take A Shot!!!. Sekali lagi, semua itu juga butuh referensi, jangan lupa baca-baca ya”

Sementara itu, Christian Setiokusumo, 22 tahun,salah   panitia menyebutkan jika acara Workshop dan Talkshow bertajuk Food Fotografi itu diselenggarakan lantaran melihat antusiasme generasi milenial yang memiliki kecenderungan bergelut dengan sosial media instagram. Hal inilah yang membuat panitia mengajak para peserta yang berjumlah 23 orang itu untuk membedah rahasia teknik food photography yang baik dari praktisinya.

“Ini merupakan upaya kami sebagai mahasiswa untuk turut serta peduli terhadap trend positif yang sedang terjadi. Saat ini generasi milenial hampir tidak lepas dari pengaruh teknologi informasi, mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam dalam sehari hanya untuk memelototi media sosial, terutama instagram. Nah dari situlah kami melihat jika acara ini penting diadakan dan dilestarikan untuk membawa dampak positif dari kegiatan generasi milenial sehari-hari yang cenderung bergelut dengan gadgetnya,” kata Christian.

Acara ini juga merupakan rangkaian kegiatan tugas kuliah para mahsiswa semester IV, jurusan Perhotelan dan Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya dengan tema MICE ( meeting, incentics, conference, ecent and exhibition).

Di akhir acara, para peserta mendapat kesempatan wokshop sekaligus mengikuti mini kontes. Mereka diminta memfoto obyek makanan yang disediakan panitia dan menguploadnya di akun instagram. Hanya dua peserta terbaik yang terpilih mendapat hadiah dari panitia acara. [END]


Dokumentasi lainnya :
(1)
Salah satu hasil jepretan mnu kuliner dengan smartphone. Dok. Instagram @cravingfoods

 

(2)

Salah satu peserta mencoba memotret hidangan Dengan Smartphone. Dok. Christian

 

(3)

Ko Vicky sedang menata hidangan untuk difoto. Dok. Christian
Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply