SERUNYA RIVER TUBING DI SUNGAI CIKADONGDONG, DESTINASI BARU BAGI PECINTA OLAHRAGA AIR

posted in: Destination | 0

Majalengka merupakan sebuah wilayah di Tatar Pasundan yang dahulu hanya merupakan kota transit. Siapa sangka, hingga kini, Kota Angin tersebut tidak habisnya menawarkan objek wisata yang menarik. River tubing merupakan atraksi wisata yang masih terbilang baru di wilayah ini. Sejauh ini baru ada dua atraksi river tubing yang sudah dibuka

 

Luas Kabupaten Majalengka yang terletak di Tatar Pasundan Provinsi Jawa Barat hanya 1.204,24 km2, namun menyimpan potensi wisata yang dapat memuaskan siapa saja. Tak aneh kalau di Majalengka menemukan area dan panorama eksotis yang masih belum terjamah wisatawan. Kabupaten Majalengka pun kaya akan sumber daya air yang dapat digunakan untuk memenuhi konsumsi air bersih masyarakat, baik itu berupa sungai maupun telaga.

Salah satu sungai besar yang akhirnya bisa dijadikan wisata adalah Sungai Cikadongdong di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Wisatawan domestik dan mancanegara sekarang bisa menikmati serunya river tubing di sini. Sungai Cikadongdong sendiri pada dasarnya sudah memiliki aliran air yang jernih dan cukup deras. Hulu sungai ini terletak di Gunung Ciremai.

 

Hari Rabu, tanggal 28 Maret 2018, duo admin dan kontributor Travelnatic @andika_putri dan @dya_iganov bertraveling bersama menelusuri keasrian alam Majalengka. Cikadongdong River Tubing (CRT) sebenarnya salah satu tujuan yang tak sengaja dilewati, tapi justru menarik minat kami berdua untuk tahu lebih jauh mengenai wahana olahraga air ini.

Berdasarkan informasi dari penggiat alam bebas Majalengka, Maulana Ipung, CRT baru lima  bulan berjalan dan tidak disangka, hingga sekarang sudah menghasilkan pencapaian kas sekitar 70 juta rupiah. Bersama seorang guide dari CRT bernama Egi, mereka menceritakan asal-muasal atraksi river tubing di sungai Cikadongdong.

Awalnya hanyalah keinginan dari pemuda-pemuda aktivis alam di Desa Payung untuk menjadikan sungai besar Cikadongdong sebagai destinasi wisata di Majalengka. Setelah ide tersebut muncul, maka perbaikan internal di sana-sini dimulai. Dari sisi sumber daya manusia, para pemuda Desa Payung mulai sering berembuk untuk menyamakan visi dan merencanakan sertifikasi guide yang akan bertugas mengelola CRT. Tak tanggung-tanggung, semua guide di CRT akhirnya sudah bersertifikasi water rescue dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) skala Jawa Barat dan sertifikasi pramuwisata untuk wisatawan domestik dan mancanegara. Saat ini mereka sedang berusaha mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, atau dulu lebih dikenal dengan sebutan Badan SAR Nasional (Basarnas).

Dari sisi sumber daya alam, awalnya tim yang sudah terbentuk membersihkan dahulu sampah-sampah di dasar dan permukaan sungai Cikadongdong. Sampah ekstrim yang ditemui umumnya kaca dan benda tajam. Dengan tim yang jumlah anggotanya kurang dari dua puluh orang, ditambah bantuan relawan dari BPBD, proses pembersihan sungai bisa terselesaikan lebih cepat. Setelah sampah dibersihkan, batu-batu di sungai mulai ditata dengan cara diangkat atau dipindahkan. Langkah yang membutuhkan tenaga fisik ekstra ini memakan waktu sampai lebih dari sebulan. Tim yang tersedia untuk memandu para wisatawan sekarang sudah berjumlah empat puluh orang.

Lalu, izin dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan pun diperoleh sebelum CRT dibuka untuk umum. Berbagai survey dan uji coba di lapangan langsung dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat hingga akhirnya CRT layak dijadikan wana wisata di Majalengka. Akses menuju ke lokasi ini pun tidak terlalu sulit, dari terminal Rajagaluh bisa menggunakan pick up sampai ke Desa Payung.

Atraksi CRT dibagi berdasarkan jalur yang ditempuh, yaitu 350 meter, 500 meter dan 1 kilometer. Saat ini tingkat aman masih di jarak 350 meter dan 500 meter, sementara jarak 1 kilometer belum direkomendasikan karena jalurnya masih butuh perbaikan dan uji coba. Tentu saja sebelum para pelancong memulai olahraga air river tubing di sini wajib menggunakan gear berupa ban dan alat pelindung diri yang disediakan.

HTM Cikadongdong River Tubing Rp 25.000,- sudah termasuk gear, guide dan teh hangat. Jika ingin sekaligus menikmati nasi liwet khas Majalengka, maka dengan HTM Rp 35.000,- sudah cukup untuk membuat perut kenyang setelah berselancar di air. Biasanya wisatawan akan ketagihan, tidak cukup hanya sekali saja merasakan sensasi river tubing di sungai Cikadongdong.

 

Teks: Andika Putri

Penyunting: Dya Iganov

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Follow Dya Iganov:

Tinggal di Bandung. Menggemari kegiatan traveling sejak kecil. Aktif di Voluntrider (Rider - Volunteer) Perjalanan Cahaya. Aktif mempromosikan wisata Indonesia, khususnya Jawa Barat lewat artikel diberbagai majalah dan blog. Pemilik www.dyaiganov.com

Leave a Reply