Solo Traveling, Amankah Bagi Perempuan?

Solo Traveling, Amankah Bagi Perempuan?

posted in: Travelers Profile | 0

Melakoni solo traveling bukanlah sesuatu yang bisa dibilang mudah ataupun sederhana. Banyak sisi positif dan negatif ketika bepergian seorang diri, terlebih untuk seorang perempuan. Adalah Pratiwi Hamdhana, salah seorang perempuan petualang yang telah menjelajahi Eropa seorang diri dengan beragam suka duka. Selain penyuka solo traveling, perempuan berhijab ini juga aktif di dunia  pendidikan.

Pratiwi Hamdhana saat melakukan Solo Traveling di Australia. Dok. Pratiwi Hamdhana
Pratiwi Hamdhana saat melakukan Solo Traveling di Australia. Dok. Pratiwi Hamdhana

Bagaimana kisah Solo Traveling Kak Pratiwi Hamdhana? Simak wawancara berikut!

Pengalaman pertama kali solo traveling Kak Tiwi pergi kemana ?

Pertama kali solo traveling itu Mei-Juni 2012, keliling Eropa. Saya mengunjungi 8 negara dan lebih dari 10 kota sekitar sebulan lamanya. Benar-benar sendirian, mulai dari berangkat hingga pulang.Mulai dari ngurusin tiket, visa hingga semua jadwal dan teknis-teknisnya.

Apa yang membuat Kak Tiwi termotivasi melakukan solo traveling?

Saya masih dan akan selalu ingat pengalaman ini karena saya bahkan sudah punya tiketnya sejak Februari 2011. Saya selalu bermimpi untuk mengunjungi Paris, melihat menara Eiffel, sejak saya kecil, sejak SD. Saya mulai mengumpulkan segala hal yang berbau Eiffel.Hingga akhirnya salah satu maskapai penerbangan kesukaan saya membuka rute Eropa.Saat itu,alhamdulillah saya sudah punya usaha kecil-kecilan, dan saat ada promo tiket KL-Paris 3.8 juta PP, saya tanpa pikir lagi langsung membelinya. Awalnya sedikit susah karena harus menggunakan kartu kredit, sementara saya saat itu masih 18 tahun, belum punya KK dan masih belum berani meminta pinjaman ke orangtua. Akhirnya, seorang teman meminjamkan KK-nya, tiket saya pun issued. Saya sempat mencari teman, sayangnya tidak ada yang mau dengan beberapa alasan seperti, “Duitnya nanti abis berapa?”, “Visanya gimana?, atau “Kita ntar tinggal di mana?”. Saya bahkan belum kepikiran soal itu, buat saya yang penting ada tiket, toh masih setahun ini, masih bisa mati juga kan. Akhirnya, meski sempat terkendala karena rute tersebut ditutup oleh si maskapai, yang untungnya bertanggungjawab dan dialihkan ke maskapai yang jauh lebih baik, saya bahkan bisa mengatur ulang jadwal penerbangan yang akhirnya membuat saya bisa keliling Eropa lebih lama.Sebulan menghabiskan waktu di Eropa menyadarkan saya bahwa berjalan sendirian itu sangat enak, lebih bebas dan lebih bisa mengenal diri dengan lebih baik.

Boleh cerita sedikit tentang latar belakang pribadi Kak Tiwi?Bagaimana reaksi orang tua ketika Kak Tiwi melakukan solo traveling?

Lahir sebagai anak pertama dari enam bersaudara.Besar dan menghabiskan waktu hingga kuliah di Makassar.Orangtua awalnya khawatir, namun karena saya selalu meminta izin mereka sebelum melakukan perjalanan dan juga karena menggunakan uang sendiri, saya pun dibolehkan, dengan syarat selalu memberi kabar, setidaknya sekali dalam sehari. Selain itu, saya juga pernah membawa mereka dan adik-adik traveling dengan gaya backpacker, dan ternyata mereka menyukainya dan lebih pengertian setelahnya.

SELANJUTNYA

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    930
    Shares
Follow Griska Gunara:

Tinggal di Bekasi. Traveler yang berprofesi sebagai photogragpher. Aktif dalam kegiatan komunitas traveler di Jabodetabek.

Komentar Pembaca