Tips Mendaki Bersama Mantan

Tips Mendaki Bersama Mantan

posted in: Tips & Trik | 0

Halo pendaki-pendaki galau di manapun kalian berada. Kali ini dalam kesempatan yang berbahagia sekali saya ingin membahas salah satu isu yang sekiranya perlu kita ketahui bersama. Hehehe. Apa itu? Yuk cekidot 😀

Naik gunung dengan pasangan barang tentu merupakan hal yang sangat dinantikan oleh setiap orang. Konon dengan mendaki bersama akan terlihat seberapa besar pengorbanan lelaki dalam menjaga pasangan wanitanya. Benar atau tidaknya saya kembalikan kepada para pembaca yang pernah mencoba. Namun, dalam kasus lain, bagaimana ya kalau kita mendaki bersama seseorang yang pernah menjadi pasangan kita? Atau dalam bahasa kekinian disebut mantan.

Boleh atau tidaknya mendaki bersama mantan ya terserah kepada teman-teman semua sih. Namun, ingat! Ada konsekuensi yang harus kita tanggung. Konsekuensinya ya gak jauh dari perasaan yang dulu ada dan akan terulang kembali selama pendakian tersebut. Susah memang berusaha tidak terbawa perasaan ketika mendaki bersama mantan. Namun, jika terpaksa harus mendaki bersama,ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu. Hehehe disimak yuk!

  1. Jika ketika mendaki bersama mantan kita dituntut menjadi leader atau ketua regu oleh yang lainnya, tempatkan diri kita sebagai leader tanpa pilih kasih terhadap anggota tim yang lain, terutama terhadap mantan. Jika perhatian kita terlalu lebih sudah dipastikan kita ataupun si mantan akan terbawa suasana seolah masih seperti dulu ketika berpacaran.
  2. Biarkan mantan membawa perlengkapan pribadinya sendiri tanpa ada yang dititipkan kepada kita. Jika ada yang dititipkan kepada kita, pasti kita akan selalu berdampingan selama pendakian karena pasti suatu saat selama berjalan si mantan akan memintanya.
  3. Jangan tidur satu tenda! Meskipun tidur bersama dengan anggota tim yang lain juga, namun intensitas kita berinteraksi akan lebih banyak ketika sedang di camp. Yang ditakutkan kita ataupun mantan akan khilaf dan melakukan hal yang iya-iya, eh tidak-tidak maksudnya.
  4. Tidak usah suap-suapan ketika makan! Prosesi memasak di gunung memang memiliki keasyikan tersendiri, nah setelah selesai memasak, tak perlulah ada adegan suap-suapan dengan mantan. Alasannya kenapa? Ya masa kita suap-suapan sama pacar orang sih?
  5. Selama berjalan di jalur pendakian tak usah berpegangan tangan seolah ingin menyeberang jalan. Bantulah seperlunya jika memang perlu ketika menemukan jalanan yang terjal dan si mantan membutuhkan bantuan kita.
  6. Jangan berjalan beriringan dengan mantan. Memang hal ini sangat sukar dilakukan apabila kita mendaki dengan mantan. Bisa atau tidak bisa hal ini harus kita hindari, meskipun terlihat sadis dan tidak berperi-kemantanan. Hal ini akan baik untuk menjaga hati kita dari baper (bawa perasaaan).
  7. Jika dalam kondisi force major si mantan mengalami insiden selama pendakian, tempatkan diri kita sebagai teman, bukan sebagai pacar (meskipun dulu pernah jadi pacarnya). Berilah penanganan standar tanpa dibumbui dengan cinta lama belom kelar.
  8. Bolehkah kita foto berdua dengan si mantan di puncak? Nah, hal ini bisa juga berbuntut kepada kebaperan apabila selama pendakian kita sering berfose berdua. Apabila memang terpaksa harus mengambil gambar berdua dengan si mantan, bergayalah sesuai norma kemantanan yang berlaku, jangan ada adegan peluk dari belakang atau lebih parahnya cium kening. Ini akan membuat susasana menjadi semakin baper.
  9. Selalu pegang teguh “Dia Kini Pacar Orang Bukan Pacar Kita Lagi!” . Dengan selalu berpegangan pada tersebut, tentu kita sadar bahwa si mantan memang sudah digondol orang.

Itulah kiranya beberapa tips yang bisa saya berikan kepada teman-teman semua ketika menghadapi problematika dengan mantan. Jika tidak bisa menanggulangi beberapa tips di atas yang sudah saya jabarkan, alangkah baiknya tak usah sama sekali berhubungan dengan mantan. Apalagi sampai naik gunung dengannya. Jangan sampai ketika pulang kita berhadapan dengan pacar baru si mantan.

Selain menjaga gunung dari sampah dengan membawanya turun kembali, ada baiknya juga kita menjaga kenangan kita selama mendaki agar tidak tercecer dimana-mana akibat diri kita yang kurang mahir memanajemen sakit hati karena mantan. Ingat, jangan buang  sampah kenangan masa lalu kita selama di gunung. Oke gaissss,, salam mantan. [Cecep Rojali/End]

 

Sebarkan :
  • 167
  • 89
  • 101
  •  
  •  
  •  
    357
    Shares
Follow Cecep Rojali:

Tinggal di Jakarta Timur. Menggemari kegiatan mendaki gunung. Aktif dalam kegiatan komunitas traveler di Jakarta.

Komentar anda?