Travel Warning Antisipasi Virus Corona di Wuhan

Bagi masyarakat Indonesia yang berniat pergi ke Wuhan tanpa urgensi yang pantas, sebaiknya niat tersebut ditunda sejenak. Hal ini menyusul merebaknya Virus Corona yang terjadi di Wuhan dan sekitarnya.

Sumber : Kompas.com. Foto AFP/NOEL CELIS

Wuhan merupakan gabungan tiga kota yang berdekatan di sekitar sungai Yangtze yaitu Wuchang, Hanyang, dan Hankou. Kota Wuhan yang merupakan ibukota Provinsi Hubei di RRC ini pernah menjadi ibukota KuoMinTang pada media tahun 1920-an.

Virus Corona yang mulai menyebar di Wuhan pada pertengahan Desember 2019 ini membuat kota tersebut kini diisolasi oleh pemerintah RRC. Transportasi publik ke arah Wuhan ditutup sehingga membuat kota ini menjadi seperti kota mati. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Wabah virus Corona atau disebut Koronavirus, yang oleh peneliti kesehatan Tiongkok disebut dengan kode 2019-nCov ini diketahui bermula dari pasar tradisional Huanan, di Wuhan. Karena berasal dari Wuhan itulah maka wabah ini juga sering disebut Koronavirus Wuhan, atau Pneumonia Wuhan.

Per 27 Januari 2020, wabah Virus Korona ini telah menelan korban sebanyak 81 orang meninggal dunia.

Pemerintah RRC sejauh ini terus melakukan upaya penanggulangan dan mencegah terjadinya penyebaran lebih luas.

Travel Warning bagi Turis dan Mahasiswa Indonesia

Meskipun Pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan Travel Warning bagi turis dari RRC ke Indonesia, maupun sebaliknya, turis Indonesia ke RRC ada baiknya untuk berhati-hati jika akan berkunjung ke Wuhan dalam periode ini. Pengunjung bisa membatalkan kunjungan wisata atau mengalihkannya ke kota lain di RRC yang dirasa aman. Hingga kini, pemerintah Indonesia masih kesulitan untuk mengevakuasi mahasiswa Indonesia yang ada di Wuhan meski juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa kondisi mahasiswa Indonesia disana masih aman.

Dilansir dari BBC, mahasiswa asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Wuha  dan sekitarnya tercatat sebanyak 428 orang. Ratusan mahasiswa itu tersebar di enam kampus di sana, tapi paling banyak di Central China Normal University.

Di Indonesia, bandara-bandara Internasional dan rumah sakit-rumah sakit utama juga telah menyiapkan tim medis, alat pelindung diri dan ruang isolasi khusus bagi penumpang, turis, pasien, atau masyarakat yang teridentifikasi terjangkit Virus Corona ini.

Sebagai contoh terjadi di Jambi. Seorang pasien diduga terjangkit Virus Corona dirujuk dari rumah sakit Siloam ke RSUD Raden Mattaher Jambi pada Sabtu (25/1/2020) malam. Informasi yang didapat, pasien baru pulang dari Tiongkok dan mengeluh batuk pilek. Pasien ini diketahui dari Wuhan.

Wakil Direktur Pelayanan dan Keperawatan RSUD Raden Mattaher Jambi, dr. Dewi Lestari mengatakan belum dapat dipastikan karena perlu pemeriksaan lebih lanjut.

“Kita sudah siapkan ruang isolasi khusus untuk pasien diduga terkena penyakit Wuhan Pneumonia,” ujarnya.

Ia menjelaskan petugas juga telah disiapkan untuk menerima pasien dengan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap mulai dari helm, baju astronot, Masker N95, sarung tangan panjang dan sepatu boat.

Demikianlah, mari kita ikuti perkembangan selanjutnya dari penanganan Koronavirus, atau Virus Corona ini. Semoga jumlah korban berkurang dan wabah ini segera dapat diatasi tanpa menambah korban jiwa.

Bagi pejalan dimana pun berada, dihimbau untuk menjaga kesehatan selalu, dan menghindari tempat-tempat yang berpotensi menjadi area penyebaran virus ini. Salam pejalan! [End]

Sumber : kompas.com, bbc.com, wikipedia, tribunenews.com

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *