Traveler Cantik yang Suka Nulis dan Mungutin Sampah

Traveler Cantik yang Suka Nulis dan Mungutin Sampah

posted in: Travelers Profile | 0

Alumnus D3 Teknik Informatika Stimik Amikom Jogja ini mulai menyukai kegiatan traveling sejak akhir tahun 2013.  Dia tidak bergabung dengan komunitas atau organisasi apapun dalam melakukan kegiatannya.Pemilik zodiak Gemini ini biasanya melakukan kegiatan traveling karena diajak teman-teman sepermainan.

Kegiatan traveling yang disukai lebih yang berbau alam dan petualangan. Putri ke-2 dari dua bersaudara ini juga suka memasak. Meskipun baru melakukan traveling dua tahun terakhir, sudah cukup banyak tempat dikunjunginya. Destinasi yang paling disukai adalah gunung. Terhitung beberapa gunung sudah didaki oleh traveler cantik asal Gunungkidul ini, diantaranya : gunung Merapi, gunung Merbabu, gunung Semeru, gunung Sumbing, gunung Slamet, gunung Prau dan tentu saja Gunungkidul 🙂 Selain itu, Prastuti juga suka traveling ke pantai-pantai di sekitar Jogja dan Jawa Tengah.

Berikut sedikit kutipan wawancara redaksi Travelnatic Magazine bersama Prastuti :

Bagaimana tanggapan orang tua ketika pertama kali kamu minta ijin untuk naik gunung?

Setelah mendaki 3 gunung baru saya minta ijin, sebelumnya langsung pergi aja.

Prastuti di G. Merapi. Dok.  SuryaningPrastuti
Prastuti di G. Merapi. Dok. SuryaningPrastuti

Gimana tanggapan orang tua?

Pastinya khawatir, tapi setelah tau saya turun dengan selamat, mereka bisa menerima saya.

Kamu kan udah terlanjur hobi naik gunung nih, gimana cara kamu menjelaskan ke orang tua?

Saya kasih penjelasan sama orang tua ; banyak hal bisa diperoleh dari mendaki gunung. Kita juga belajar mandiri kan. Jadi naik gunung bukan sekedar hobi aja.

Gimana cara kamu membagi waktu, kan kamu juga kuliah? 

Biasa kegiatan travelingnya dilakukan saat-saat liburan sih.

Pernah punya pengalaman menarik saat mendaki gunung?

Iya, pernah nyasar di gunung Sumbing. Waktu itu saya naik berdua sama teman. Sudah capek, jadi konsentrasi agak menurun terus salah ambil jalan. Kita balik lagi ketitik awal belokan. Satu lagi yang menarik, saya kadang suka tidur di jalur saat sedang mendaki. Ga tau, bawaannya suka ngantuk.

Pendakian gunung kan termasuk olahraga ekstrim, saat mendaki gunung kamu memperhatikan tentang safety pendakian ga?

Tentu, biasanya sebelum mendaki saya tanya-tanya ke teman-teman yang sudah berpengalaman.

Peralatan mendaki gunung kan termasuk mahal, gimana cara kamu memenuhi perlengkapan setiap mendaki?

Kan banyak temen yang sehobi juga. Biasanya saling pinjem sih apa-apa yang kurang.

Mengenai gear pendakian, kamu tipe yang mementingkan merek dan kualitas ga? Atau punya pertimbangan lain?

Kalau merek sih engga, tapi kalo kualitas ya perlu dipertimbangkan. Tapi kalo perlengkapan penting, seperti sepatu misalnya, ya cari yang kualitas standar, aman dan nyaman.

Banyak pendaki muda sekarang tidak terlalu memperhatikan lingkungan, kalo kamu gimana? Misalnya masalah sampah gitu.

Setiap mendaki biasanya satu kelompok membawa satu trashbag besar untuk sampah pribadi dan kelompok. Kita juga kadang mungutin sampah di sekitar atau di jalur gitu.

Untuk memenuhi kebutuhan mendaki gunung, perlengkapannya maupun persiapan mendaki, cara kamu gimana?

Ya biasanya nabung, pakai uang pribadi gitu.

Kamu suka nulis pengalaman traveling juga? Sejak kapan?

Iya. Saya mulai nulis setelah naik ke gunung Merapi pada bulan Mei tahun ini.

Kenapa kamu menulis?

Nulis itu penting. Sifat alami manusia kan mudah lupa. Nah caranya menanggulangi lupa itu ya dengan mencatat. Nanti catatan itu bisa dibaca-baca lagi.

Sebagai penggiat traveling, kamu punya tokoh idola?

Iya, Medina Kamil.

Kenapa?

Ya pengen aja jadi seperti Kak Medina, bisa mengeksplorasi tempat-tempat wisata di Indonesia.

Ada tempat wisata yang pengen banget kamu kunjungi diluar Indonesia?

Tentu! Maldives

Sekarang kan udah masuk musim hujan, ada pesan untuk kawan-kawan traveller?

Yups. Jangan lupa membawa perlengkapan khusus untuk musim hujan seperti mantel, dan sebagainya. Terus perlengkapan pribadi seperti obat-obatan juga jangan sampai ketinggalan. [Nurul Amin/End]

Nah, itu tadi cuplikan wawancara kami. Buat kawan-kawan yang ingin berkenalan dengan Prastuti bisa follow akun twitternya di @prastutii atau kunjungi blognya : pejalansenja.blogspot.com

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    456
    Shares
Follow Nurul Amin:

Penulis indie. Mulai menulis sejak sekolah menengah lewat catatan harian. Kemudian belajar menulis lewat pelatihan kepenulisan, pelatihan jurnalistik serta belajar secara otodidak. Belajar menyunting naskah sejak pertengahan masa kuliah, lewat komunitas environment journalist dan aktif menyunting sejak di travelnatic.com. Selain dunia menulis, juga menyukai kegiatan kreatif, organisasi, enterpreneur, penelitian, kegiatan sosial kerelawanan dan kegiatan alam bebas (tentu saja). Bacaan yang disukai tentang sejarah, sastra, petualangan, kemiliteran, lingkungan dan sains. Sedang mencari ilmu di program studi Teknik Lingkungan, tertarik pada studi tentang material komposit alam dan pengelolaan air.

Komentar Pembaca