Warung Kopi di Jambi Semakin Bergeliat

posted in: Culinary | 1

Kota Jambi, sebagai salah satu kota yang menawarkan City Tour cukup beragam kini mulai dilirik penikmat kopi. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya penikmat kopi single origin diiringi dengan semakin banyaknya warung kopi yang menyajikan kopi “yang enak” bagi penikmat kopi. Cara minum kopi dengan manual brew yang digemari oleh anak muda kini semakin menjadi pilihan di kota ini.

Pengunjung di J Kov Koffie sedang bersantai sambil ngopi. Dok. Nurul Amin

Coffeeshop, sebagai salah satu amenitas bagi traveler penikmat kopi, adalah salah satu yang “wajib” disediakan oleh kota yang menjadi tujuan wisata.

Traveling kini sudah menjadi lifestyle, demikian juga dengan “ngopi”. Menikmati kopi manual brew kini tidak hanya disukai oleh mereka yang sedikit/banyak paham tentang kopi yang diminumnya, tetapi juga sudah mulai dicoba oleh sesiapa yang awalnya bahkan tak mengerti sama sekali tentangtenta. Namun dari situlah akhirnya mereka mengenal kopi. Dari tidak kenal, mencoba, lalu menyukai dan menikmati kopi single origin.

Minum kopi dengan manual brew, rasanya tidak lengkap jika tidak bisa memilih berbagai varian single origin. Istilah single origin ini mengacu pada bean tertentu yang mewakili karakteristik daerah tertentu. Untuk urusan satu ini, geliat kopi juga terlihat semakin hari semakin berkembang. Terbukti dengan semakin banyaknya varian bean yang disajikan sebagai single origin oleh warung kopi.

Di Jambi sendiri ada beberapa bean yang kini mulai dikenal khalayak sebagai single origin, misalnya : arabika kerinci, robusta jangkat, dan liberika tungkal. Tiga bean single origin ini mewakili jenis kopi dan daerah asal yang berbeda. Arabika kerinci, sesuai namanya merupakan jenis kopi arabika yang tumbuh dan berbuah di sekitar lereng Gunung kerinci, atai daerah perbukitan di Kabupaten Kerinci. Robusta merupakan jenis kopi Robusta Jangkat berasal dari Kabupaten Merangin. Sedangkan Liberika Tungkal merupakan jenis kopi liberika yang berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Nah! bisa dilihatkan? sebagai daerah penghasil kopi dewasa ini, Jambi punya kelengkapan dan kesediaan yang sudah baik. Tiga jenis kopi ini bahkan benar-benar tumbuh dan berbuah di tanah Jambi, dan hebatnya : mendapatkan tempatnya sendiri-sendiri di hati penikmat kopi Jambi. Perpaduan yang lengkap!

Suasana ngopi di J Kov Koffie. Dok. Nurul Amin

Jambi, meskipun baru beberapa tahun terakhir dikenal sebagai penghasil bean single origin, sebenarnya merupakan daerah yang sudah lama dikenal sebagai penghasil kopi. Bahkan di Jambi ada pabrik kopi besar yang sudah melegenda. Jika pembaca tau produk kopi AAA, itu berasal dari Jambi. Ini bukti bahwa daerah Jambi sudah lama punya sentra kopi. Sebagaimana pembaca mengetahui, pabrik biasanya didirikan dekat dengan bahan baku, demikian juga dengan pabrik kopi.

Geliat dunia kopi di Jambi akhir-akhir ini salah satunya ditandai dengan munculnya berbagai coffeeshop di Kota jambi dan sekitarnya. Sebut saja J Kov Koffie yang terletak di daerah Purnama. Warung kopi ini baru dibuka 3 bulan yang lalu. Perlu dicatat : ownernya adalah anak muda!.

 

Meskipun akses ke tempat ini melewati jalan yang berliku, namun warung kopi ini didatangi banyak pengunjung. Varian kopi yang dijual disini cukup bervariasi, ada arabika kerinci dan robusta jangkat tentu saja, selain itu juga ada roasted bean dari Bali dan Gayo yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat penikmat kopi. Bahkan ada juga bean yang berlabel dari Brazil. Wow!

Suasana yang nyaman, bersih dan friendly membuat pengunjung betah mengobrol di J Kov Koffie. Dok. Nurul Amin

Pengunjung J Kov Koffie rata-rata adalah pengunjung berusia muda. Tampilan interior J Kov Koffie yang instagramable tampaknya memang sangat menarik untuk jiwa muda. Selain itu suasananya yang nyaman dan tenang membuat pengunjung betah berlama-lama di warung kopi ini.

Geliat kopi menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha muda, selain itu juga semakin mensejahterakan petani karena bean yang dijual petani memperoleh harga yang lebih tinggi dan stabil. [End/Nurul Amin]

Sebarkan :
  • 17
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    17
    Shares
Follow Nurul Amin:

Penulis indie. Mulai menulis sejak sekolah menengah lewat catatan harian. Kemudian belajar menulis lewat pelatihan kepenulisan, pelatihan jurnalistik serta belajar secara otodidak. Belajar menyunting naskah sejak pertengahan masa kuliah, lewat komunitas environment journalist dan aktif menyunting sejak di travelnatic.com. Selain dunia menulis, juga menyukai kegiatan kreatif, organisasi, enterpreneur, penelitian, kegiatan sosial kerelawanan dan kegiatan alam bebas (tentu saja). Bacaan yang disukai tentang sejarah, sastra, petualangan, kemiliteran, lingkungan dan sains. Sedang mencari ilmu di program studi Teknik Lingkungan, tertarik pada studi tentang material komposit alam dan pengelolaan air.

  1. Juanda

    Waah semakin rame kedai kopi semakin banyak yg mengedukasi kopi, khususnya kopi asal Provinsi Jambi

Leave a Reply