Yang Bikin Mata Hijau di Kawasan Wisata Bandungan

Yang Bikin Mata Hijau di Kawasan Wisata Bandungan

posted in: Experience | 0

Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang paling diminati di Indonesia. Cepat, cukup terjangkau oleh kantong, nyaman dan bebas hambatan menjadi alasan banyak orang memilih kereta api untuk mengantarkan mereka dari satu tempat ke tempat lain. Apalagi pelayanan kereta api kini semakin baik dari waktu ke waktu. Dahulu akan sulit bagi kita untuk mendapatkan tempat duduk di dalam kereta api. Karena tiket dijual melebihi kapasitas tempat duduk penumpang. Para penumpang dengan seenaknya duduk di dekat kamar mandi, pintu keluar masuk penumpang, ruang yang diperuntukkan lalu lalang orang lewat dan yang paling parah, mereka duduk di atas gerbong kereta api menantang maut.

Lima puluh ribu yang perlu saya keluarkan untuk membayar harga duduk manis disamping jendela, menikmati perjalanan dari Surabaya ke Semarang menggunakan kereta api Maharani. Kereta api kelas ekonomi yang bersih, sejuk, dan bebas asap rokok. Hanya butuh waktu 4 jam 45 menit untuk sampai ke kota Atlas dari kota Pahlawan. Jika menggunakan bus, waktu tempuh yang diperlukan akan menjadi dua kali lipat dari waktu tempuh kereta api.

Sesampai di Semarang, saya disambut antar jemput dari sahabat perempuan terbaik saya. Setelah singgah sebentar untuk menikmati makan siang ala rumahan, kami melanjutkan perjalanan menuju Kawasan Wisata Bandungan. Sebuah kecamatan di kabupaten Semarang yang sejuk dan asri. Hanya butuh waktu 45 menit dari Semarang untuk sampai ke Kawasan Wisata Bandungan menggunakan sepeda motor. Hati-hati bila berkendara menuju kesana. Sepanjang jalan utama, kita akan bebarengan dengan kendaraan lain seperti mobil, bus antar kota antar provinsi, bus antar kota dalam provinsi dan truck besar pengangkut berbagai barang. Saat masuk kawasan wisata Bandungan, kalian juga harus tetap berhati-hati karena jalanannya berliku dan naik turun, karena kawasan ini berada di dataran tinggi. Tak perlu ngebut karena menikmati pemandangan sepanjang perjalanan jauh lebih menyenangkan dan lebih indah.

Namanya juga kawasan wisata, Bandungan tentunya menjadi sentral wisata dari berbagai titik wisata di sekitarnya, diantaranya adalah puluhan penginapan dari kelas melati hingga hotel berbintang dengan beragam fasilitas yang ditawarkan. Satu diantara sekian banyak keberuntungan saya adalah dihadiahi voucher menginap di Green Valley Resort, oleh sahabat terbaik saya yang merupakan seorang diver dari Karimun Jawa. Green Valley adalah salah satu resort terbaik yang ada di kawasan wisata Bandungan. Letaknya di kawasan dataran tinggi Ungaran dengan udara dingin dan panorama eksotik Pegunungan Ungaran.

Resort ini memiliki suasana yang masih sangat asri. Dikelilingi banyak pepohonan yang menambah kesejukan alam. Semuanya masih terasa murni, seperti : mata air alami, udara yang bebas dari polusi, pohon-pohon nan hijau, bunga bewarna-warni, keramahan penduduk setempat dan jauh dari suasana bising kota besar. Cottage-nya pun dibangun dengan tata letak interior yang alami. Terbuat dari kayu bergaya layaknya rumah tradisional dari seluruh Indonesia. Semuanya seolah-olah dirancang untuk memberi ketenangan dan kenyamanan tubuh dan jiwa. Tepat untuk menjadi pilihan liburan. Restoran, aula, tempat outbond, lapangan olahraga, area hotspot dan paintball jadi fasilitas penunjang menarik dari Green Valley.

Tanaman kol di perkebunan warga. Dok. Lida Maya

Selain bisa menikmati keindahan di dalam resort, setiap pagi kalian bisa menyempatkan diri untuk berkeliling di sekitar desa Ampel Gading. Saya sendiri sangat tertarik saat melihat hamparan kebun-kebun warga, berhiaskan pemandangan deretan pegunungan di Jawa Tengah yang bisa terlihat jelas dan sangat mempesona. Layaknya lukisan yang tak ternilai harganya. Mulai dari kebun buah, sayur hingga kebun bunga bisa kita temukan. Sayurannya pun beraneka macam, seperti : cabai merah, cabai hijau, daun bawang, kubis, terong, sawi, jagung, dan mentimun. Tumbuh segar beriringan dengan bunga mawar merah dan mawar putih yang mewangi di antara embun pagi. Serta buah pepaya, alpukat dan pisang yang menarik hati. Dengan berkeliling seperti ini, saya semakin tahu ada begitu banyak jenis flora yang tersebar di Indonesia. Di sekitar kebun ini saja sudah banyak sekali. Dan bukan cuma tumbuhan, saya pun melihat beberapa hewan seperti serangga yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Dapat pengetahuannya, dapat sehatnya.

Liburan yang jatuh di musim hujan ini semakin seru saat bertemu beberapa teman baru dari Melbourne, Australia. Mereka adalah Rebecca, Shane, dan Sam. Sebenarnya masih ada beberapa yang lainnya. Hanya saja dengan mereka bertigalah saya banyak bercerita. Mereka sangat ramah dan berbaik hati mentraktir saya secangkir cappuchino. Dari sanalah obrolan kita dimulai. Mereka bercerita banyak tentang tempat tinggal mereka. Mereka bilang Melbourne merupakan kota paling nyaman untuk ditinggali. Dikenal sebagai kota budaya di Australia karena merupakan pusat seni, perdagangan, pendidikan, hiburan, olahraga dan pariwisata. Memiliki banyak taman dan kebun perpaduan arsitektur tua dan modern. Ada beragam makanan eksotis, kopi yang berkualitas dan ratusan café. Beberapa tempat umum di Melbourne menyediakan wifi gratis dengan jaringan stabil. Tetapi berbeda dengan cuaca di sana yang sangat labil. Saat panas bisa mencapai 40 derajat Celcius dan bisa sejuk hingga 18 derajat Celcius. Dari hujan gerimis tiba-tiba menjadi deras disertai angin.

Kebun cabai di sekitar Kawasan Wisata Bandungan. Dok. Lida Maya

Ketika saya tanya pendapat mereka tentang Indonesia, mereka bilang bahwa mereka menyukai Indonesia karena semua makanan di sini sangat murah. Tidak seperti di Melbourne, dimana harga makanan sangat mahal. Namun, Shane mengatakan kalau harga baju bermerek disini lebih mahal ketimbang di luar negeri.

Puas menginap di Green Valley, sudah saatnya saya berkemas untuk pulang ke Semarang. Tapi saya tidak langsung pulang begitu saja. Rasanya kurang afdol kalo tidak menyempatkan diri mampir ke pabrik pembuatan susu kedelai dan tahu serasi asli dari Bandungan. Letaknya bersebrangan dengan Wisma Elika Bandungan. Kalian bisa menikmati susu kedelai hangat dan tahu serasi yang sudah digoreng matang. Tekstur tahunya padat dan lembut dibanding tahu yang dijual di pasaran. Untuk oleh-oleh, kalian bisa juga membelinya untuk dibawa pulang. Selain dua oleh-oleh tersebut, kalian juga bisa membawa berbagai oleh-oleh dari Bandungan. Seperti : buah alpukat, kelengkeng, durian, tomat, pisang, tanaman hias bunga-bungaan, bonsai, hingga tanaman buah kerdil. Menarik kan ? Jadi, ayo wisata ke Jawa Tengah! [Lida Maya Setyowati/End]

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    748
    Shares
Follow Lida Harryanto:

Tinggal di Semarang.

Komentar Pembaca